MA Al Asyhar Sungonlegowo: Karya Guru
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Karya Guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Guru. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 24 Januari 2026

MBG dan Penurunan Kualitas Pendidikan | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

MBG dan Penurunan Kualitas Pendidikan | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

MBG dan Penurunan Kualitas Pendidikan

"Haya, kenapa kok sayurannya tidak dimakan?” tanya Pak Piul kepada salah satu siswanya Nihayatus Shofa,
“Saya tidak suka sayuran pak”, jawab Nihaya,
“Ya harus tetap dimakan Nak, supaya badannya semakin sehat, cerdas, dan tidak sakit-sakitan”, terang Pak Piul pada Haya,
“Oh .., inggih pak nanti saya makan”, jawab Haya.

Itu adalah sekelumit cerita tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) di MA Al Asyhar Sungonlegowo, program unggulan Presiden Prabowo-Gibran yang dijanjikan pada masa kampanye pilpres tahun 2024 kemarin. Ya, MBG yang merupakan salah satu program yang bertekad untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini harus dijalankan apapun resikonya, kalau sampai tidak terlaksana, maka presiden dianggap berbohong kepada rakyatnya, dan kalau rakyat sudah merasa dihianati, jangan harap akan terpilih kembali pada periode berikutnya.

Dalam pelaksanaanya, MBG masih sering mendapatkan permasalahan mendasar dan klasik, semacam belum meratanya peneriama MBG di semua sekolah dan desa, sampai saat ini kabarnya masih ada sekolah dan desa yang belum mendapatkan, banyak dari para penerima manfaat (Pelajar PAUD sampai SMA, ibu hamil, dan lansia), kurang terbiasa dengan menu-menu yang disajikan oleh ahli gizi yang telah dipercaya oleh pemerintah. Kurang terbiasanya para murid untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan menjadi problem tersendiri dari pelaksanaan MBG, menu masakan yang dibuat tanpa adanya penyedap rasa semacam Vitsin, semakin menambah kurangnya gairah dan Hasrat pada anak-anak untuk menyantapnya, hal ini menjadi problem yang harus segera dicari akar masalahnya, karena dengan beberapa permasalahan tersebut dikhawatirkan MBG yang dirancang sebagai makanan seimbang atau yang dulu dikenal dengan makanan Empat sehat Lima Sempurna hanyalah sebuah angan-angan saja, dan tekad pemerintah untuk semakin mencerdaskan generasi penerus bangsa, hanyalah pepesan kosong belaka.

Gambar : Para siswa MA Al Asyhar Sungonlegowo sedang menikmati Makan Bergizi Gratis

Di lain sisi, perwujudan program MBG ini ternyata menyerap anggaran yang sangat besar dari APBN, terutama dari anggaran pendidikan. Menurut Kompas Online edisi 17 Agustus 2025, Anggaran Pendidikan memang mengalami kenaikan dari Rp 724,7 Triliun pada tahun 2025, menjadi Rp 757,8 Triliun pada tahun 2026, tetapi sekitar Rp 335 Triliun dipakai untuk pembiayaan MBG ini, sungguh suatu angka yang fantastis. Jadi anggaran Pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah akan terserap sekitar 44% untuk membiayai MBG ini (NU online , 20 Agustus 2025). Dengan penyerapan dana yang begitu besar, jelaslah bahwa MBG yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, justru akan menjadi boomerang di kemudian hari, dimana anggaran yang telah dirancang untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana para pelajar akan secara otomatis dialihkan untuk kebutuhan MBG ini, dengan demikian secara tidak langsung, cepat atau lambat akan menurunkan kualitas Pendidikan.

Tanda-tanda penurunan kualitas Pendidikan juga bisa dilihat dari tunjangan-tunjangan guru yang diterima dari pemerintah. Tunjangan Fungsional Guru (TFG) misalnya, tunjangan yang dulunya diterima oleh guru-guru swasta ternyata akhir-akhir ini kabarnya sudah tidak lagi didapatkan, padahal kita semua tahu kalau tunjangan TFG yang walaupun jumlahnya tidak seberapa, tapi amatlah penting bagi keberhasilan Pendidikan, karena kalau sampai hal itu terjadi, maka sama saja dengan pemerintah memotong salah satu kaki dari para guru swasta, sehingga langkah dari para guru swasta menjadi sangat terbatas, lemah, lunglai, dan pincang jangan sampai nasib guru akan kembali menjadi “Umar Bakri”, jangan sampai guru kembali nyambi jadi buruh tani, kembali ke tambak, atau guru menjadi tukang ojek online. Kita setuju MBG tetap ada, tetapi janganlah dengan adanya MBG hal ironis terjadi, karena adanya pemotongan anggaran Pendidikan yang luar biasa besar, beberapa opsi yang mungkin bisa laksanakan adalah dengan pemotongan sedikit tunjangan pegawai BUMN, DPR/MPR, atau pejabat publik lain yang tunjangannya terlalu besar unutk ukuran Indonesia, atau anggaran MBG disendirikan, dilepas dari anggaran Pendidikan.

Rabu, 27 November 2024

Puisi Dari Guru Fisika | Karya: Muh. Rodli Masykur, S.Pd, M.Si

Puisi Dari Guru Fisika | Karya: Muh. Rodli Masykur, S.Pd, M.Si

PUISI

Karya : Muh. Rodli Masykur, S.Pd, M.Si | Nov.2024



Puisi Dari Guru Fisika


Hari ini aku ajarkan tentang pembiasan cahaya
Ketika cahaya putih itu dibiaskan,
Hasilnya mejikuhibiniu yang indah
Tapi tahukah anakku, cahaya hidayah lebih indah dari itu

Kemarin aku ajarkan tentang katrol
Beban berat akan terasa ringan, kalau menggunakan katrol
Tapi aku tak bisa terangkan, bagaimana cara mengangkat beban dalam hati
Yang mempengaruhi keimanan kalian

Seminggu lalu aku ajarkan kalian tentang usaha
Aku katakan usaha itu berbanding lurus dengan daya dan waktu
Tapi aku lupa, bahwa usaha itu tidak selalu berhasil
Bukan karena daya dan waktu, tapi berbanding lurus dengan kehendak-Nya

Aku bilang kecepatan cahaya itu adalah yang tercepat
Ternyata ada kecepatan yang jauh lebih cepat
Kecepatan Allah menuju hamba-Nya yang bertakwa

Aku ajak kalian menghafal hukum kekekalan energi
Energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan
Nyatanya, kalau Allah berkehendak semua itu bisa terjadi

Aku jelaskan pada kalian tentang termometer
Celcius, Farenheit, Reamur, dan Kelvin aku ceritakan
Tapi aku tak bisa terangkan
Termometer mana yang sanggup mengukur panasnya api neraka

Anakku, mari belajar untuk pahami
Tentang fokus kita sebagai hamba
Yang dipengaruhi oleh jarak kita pada-Nya

Anakku, mari belajar tentang hari akhir
Ketika bumi tak lagi berotasi
Dan lintasan planet tak sesuai dengan garis edarnya

Anakku, maafkan aku yang tak bisa ajarkan tentang semua itu
Aku mengajarkan kalian tentang usaha
Tapi aku lupa ajak kalian untuk juga berdoa

Sabtu, 28 September 2024

Puisi: Balada Sang Maulid Diba’ | Karya: Islachuddin Yahya, Sept.2024

Puisi: Balada Sang Maulid Diba’ | Karya: Islachuddin Yahya, Sept.2024

PUISI

KARYA : H. ISLACHUDDIN YAHYA, SEPT.2024



BALADA SANG MAULID DIBA’


Dulu waktu masih kecil
Kau adalah teman sejatiku
Kau selalu kubawa dalam dekapan menuju musholla setiap malam jumat
Kau kubaca dengan lagu khasmu
Kau kubaca dengan berbagai irama sesuai keinginanku
Kau kubaca dengan diikuti semangat yang sama
Penuh keikhlasan, penuh kasih sayang`
Penuh cinta pada Rosulullah

Sekarang, era teknologi dan informasi
Kau tetap menjadi teman sejatiku
Setiap hari kudengar dengan berbagai irama
Setiap hari kudengar dari berbagai tempat dan waktu
Setiap hari selalu menjadi semangatku
Bahkan kubawa ke mana-mana dalam ponselku
Agar mudah kudengar kapan pun

Kini aku telah dewasa..
Tampaknya sudah tidak minat lagi kepadamu
Apakah karena kau sudah tidak menarik lagi
Apakah karena ponselku sudah banyak terisi yang lain hingga kau terlupakan
Apakah kau sudah menjadi bacaan usang, kitab maulid diba’ bacaan yang kuno, Sholawat Nabi yang hanya tinggal kenangan
Apakah kau sekarang sudah menjadi bacaan yang tidak menambah pengetahuan, tidak lagi menambah semangat, tidak lagi mengikuti irama zaman, tidak lagi menambah cinta kasih pada Nabi Muhammad,
Atau mungkin hanya untuk nyanyian anak kecil
Anak yang baru saja belajar membaca? dan setelah dewasa sudah tidak diperlukan lagi?
Atau sudah tidak layak lagi dibaca bersama teman-teman di berbagai tempat setiap waktu dan di berbagai acara?

Sekarang kau kusimpan rapi sekali di tempat yang sangat tersembunyi
Di bagian pinggir rupanya sudah dimakan rayap terlihat sangat lusuh
Entah sekarang di mana, sampai terlupakan tempat menyimpannya, karena teman-teman diba’anku waktu kecil dulu sudah tidak bersama lagi, punya kesibukan sendiri-sendiri.
Kadang aku berpikir untuk kubuatkan tempat khusus sebagai kenangan masa kecil
Kadang aku berpikir untuk kubuatkan tempat sebagai perhiasan di ruang tamu
Tempat yang menarik agar bisa ditonton oleh para tamu
Tapi sayang, bentukmu kurang menarik, terlalu ramping, tidak begitu gagah, sehingga aku tidak berminat memajangmu!
Kau tidak begitu kuurus, kubiarkan menghilang dalam rumahku.

Kini kau sudah tersingkir
Dibiarkan dalam kesendirian dan kesepian
Bahkan di dalam ponsel, tak pernah lagi kudengar senandung sholawat nabi
Sudah tak ingat lagi di mana menyimpannya
Justru sering terdengar nyanyian-nyanyian najis, nyanyian-nyanyian maksiat, nyanyian-nyanyian yang membangkitkan nafsu setan
Setiap hari, setiap waktu, kapan pun, di mana pun berada.

Dulu, selepas isya’ setiap malam jumat, orang tua selalu mengingatkan
Bersama teman-teman dibaca beramai-ramai di musholla, di surau, di masjid., bahkan di rumah-rumah secara bergantian,
Kau dibaca beramai-ramai dengan berbagai irama syahdu
Sungguh aku sangat bahagia.

Kini, ketika usia mendekati senja
Aku tidak bisa lagi menikmati bacaan sholawat nabi,
Aku terlena sinar mata dunia
Bangun tidur yang dibaca pertama adalah HP
Pagi-pagi minum kopi sambil baca berita pasti di HP
Malam hari pegang HP, nonton berita TV lewat HP, nonton sinetron picisan yang tak pernah kunjung selesai juga lewat HP, belajar lewat HP, kerja lewat HP, kangen-kangenan lewat HP, curhat lewat HP,
Waktu senggang… masih HP menjadi idolaku,
bahkan ada anak kecil bercita-cita ingin jadi HP, karena semua orang sangat sayang padanya, ditempatkan paling istimewa, selalu diperhatikan, dan selalu dibawa ke mana saja.
Betapa gila daya sinarmu bisa merengkuh dunia,
Mereka lebih suka bawa HP dari pada bawa anak
Mereka lebih dekat HP dari pada dengan anak
Mereka lebih suka bermain dengan HP dari pada bercengkerama dengan keluarga
Mereka lebih suka makan bersama dengan HP dari pada dengan keluarga
Mereka lebih suka istirahat berdampingan dengan HP dari pada kumpul dengan keluarga
Mereka lebih suka tidur bersanding dengan HP dari pada dengan anak
Mereka lebih suka menaruh lagu-lagu di HP dari pada menyimpan hikmah senandung sholawat nabi

Entah sekarang di mana namanya kitab maulid diba’ yang selalu dinikmati dengan irama penuh berkah?
Sekarang di mana, di mana ….. Seolah kau hilang ditelan bumi!
Hanya sesekali terdengar sayup-sayup sangat tua
Aku sudah benar-benar melupakanmu
Hidupku terasa kering, gelisah menyelimuti
Aku ingin kembali bersamamu, membuka lembaran-lembaran baru, melantunkan sholawat nabi “Allahuma sholli ala sayyidina muhammad”
Setengah mati aku sangat rindu syafaat darimu
Bening telaga firdaus menorehkan kalam uswahmu.

Senin, 09 September 2024

Puisi: Jalan Keberanian | Karya: Islachuddin Yahya, Sept.2024

Puisi: Jalan Keberanian | Karya: Islachuddin Yahya, Sept.2024

PUISI

KARYA : H. ISLACHUDDIN YAHYA, SEPT.2024



JALAN KEBERANIAN


Aku sekarang sudah berani
Sang Ibu teramat sayang mengawasiku
Hari-hari kunikmati dalam kesendirian
Pelukan dingin mendekap erat
Sengaja aku lepas air susumu
Aku meronta-ronta ingin bermain waktu
Tangisku melengking pecahkan hening malam syahdu

Aku sekarang memang berani
Sunan Kalijaga kecil dalam kurungan
Tersedia banyak pilihan dalam menatap hidup
Dunia teramat sempit sekecil daun kelor
Suara kebenaran menjadi jalan perjuangan
Aku menjerit ingin bungkam kebodohan
Tapi teriakanku melemah parau
Tak ada yang mampu mendengar
Hanya Sang Ibu mengerti gelora jiwaku

Aku sekarang semakin berani
Patih Gajah Mada cerdas dan sakti
Kerajaan-kerajaan bisa ditundukkan
Negara-negara sekitar bisa ditaklukkan
Sumpah Palapa sebagai janjinya
Majapahit megah mercusuar nusantara
Puncak kekuasaan berkibar di angkasa
Matahari ingkar
Semua musnah di telan waktu
Sang Ibu tetap sayang menimangku
Aku ingin sehebat Gajah Mada setinggi palapa
Aku mulai menapak tanah tengah hari
Aku mulai berjalan sendiri
Aku mulai belajar tentang kebaikan
Aku temukan secercah kebahagiaan

Aku sekarang benar-benar berani
Aku berani menatap matahari
Aku berani membelah badai
Aku berani menghadang gelombang
Tapi Sang Ibu sayang dan selalu menasihatiku,
“Jangan berani mengatasnamakan keinginan
Nanti bisa celaka sendiri.”
Aku terdiam bersimpuh
Sebait doa terkepal di tangan Sang Ibu.

Senin, 13 November 2023

Ooo... Palestina...!!! | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

Ooo... Palestina...!!! | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

Ooo... Palestina...!!!

H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd


Jerit tangis wanita dan anak-anak tiada henti, darah mengalir kemana-mana, ratusan ribu orang kehilangan tempat tinggalnya, bangunan yang dulu berdiri kokoh dan megah, kini hancur rata dengan tanah. Ya…Palestina, negeri suci tiga agama (Yahudi, Nasrani, dan Islam) kini harus hancur lebur, luluh lantak, akibat pemboman yang dilakukan Israel, yang dipicu oleh serangan Hamas pada tanggal 7 oktober 2023. Mengapa Palestina bernasib tragis seperti itu, apa salah dan dosanya?.

Sejak pembagian wilayah yang dilakukan PBB tahun 1947, yang mana wilayah Palestina di bagi menjadi tiga wilayah, yaitu Wilayah Yahudi, Wilayah Arab, dan wilayah otoritas PBB (jerussalem dan Betlehem), disitulah dimulai adanya ketegangan dan ketidakdamaian. Bagi bangsa Arab, mereka tidak bisa menerima pembagian tersebut karena wilayah mereka berkurang sangat banyak, karena harus diberikan oleh bangsa Yahudi, Orang-orang Yahudi juga tidak puas karena mereka harus kehilangan kota Jerussalem. Ketegangan tersebut diperparah dengan dideklarasikannya negara Israel pada tanggal 14 Mei 1948 dengan batas wilayah yang belum jelas, maka sehari kemudian koalisi Negara-negara Arab sekitar wilayah tersebut (Mesir, Suriah, Yordania, Libanon, dan irak) menyerbu Israel, maka terjadinya Perang Arab-Israel I, perang yang berlangsung selama 10 bulan itu dimenangkan oleh Israel, dan Wlayah Israel meluas menjadi 78% dari seluruh wilayah mandat PBB, termasuk Jerussalem Barat. Yordania dapat merebut Jerussalem Timur dan wilayah Tepi barat, sedangkan Mesir merebut Jalur Gaza.

Ketegangan wilayah antara Arab-israel tidak berhenti sampai disitu pada 5-10 juni 1967, terjadilah perang Arab- Israel II yang dikenal dengan Perang Enam Hari, walaupun saat itu Israel hanya sendirian dan digeruduk oleh persatuan Bangsa Arab, toh akhirnya peperangan tersebut juga dimenangkan oleh Israel, dan wilayah-wilayah seperti Semenanjung sinai milik Mesir serta Jalur Gaza, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Gholan milik Suria, semua dapat direbut oleh Israel, Puluhan ribu serdadu koalisi negara-negara Arab gugur, sedangkan hanya sekitar seribu serdadu Israel yang meninggal. Kekuatan angkatan udara Mesir yang dikenal sebagai negara besar saat itu dibuat hancur dan tak bedaya oleh Israel, hingga Presiden Mesir saat itu Gamal Abdul Nasser berniat mengundurkan diri karena malu atas kekalahan Mesir pada Israel.

Mengapa Negara Israel bisa begitu kuat?, padahal mereka masih baru saja memproklamirkan diri sebagai sebuah negara, mengapa mereka bisa mengalahkan beberapa negara kuat semacam Mesir, Yordania, dan Suria?. Ingat, Israel bukanlah negara yang berdiri sendiri, di belakang mereka ada kekuatan besar Amerika, mereka punya kepentingan terhadap Israel untuk menjaga keseimbangan wilayah, dimana sudah diketahui semua, kalau wilayah Arab itu adalah negara kaya minyak, yang tentunya Amerika dan sekutunya tidak mau kalau negara-negara arab ini akan sulit dikendalikan dan menjadi kekuatan dunia yang menakutkan, maka dari itu walaupun Israel bukan negara besar dan kaya, tetapi selalu mendapat dukungan dari Amerika, baik itu berupa persenjataan, dana, dan diplomasi, apapun yang diperbuat oleh Israel pasti akan disokong penuh oleh amerika dan sekutunya, apapun kesalahan Israel yang menyebabkan negara Yahudi tersebut dikucilkan oleh dunia dan PBB, pasti akan diveto oleh Amerika.

Di internal Palestina juga terdapat faksi-faksi yang banyak bertentangan, ada faksi Fatah, Hamas, PFLP, dan PDFLP, dari ke-4 Faksi tersebut Fatah merupakan faksi terbesar saat ini, yang merupakan bagian dari PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) pimpinan mendiang Yasser Arafat. Fatah ini faksi yang berhaluan nasionalis-sekuler, tujuan kelompok ini adalah merebut Palestina dari Israel dengan cara perang gerilya intensitas rendah, tetapi kemudian sejak tahun 1980 Fatah memulai mencari solusi melalui jalur diplomatik. Fatah saat ini dipimpin oleh presiden Palestina Mahmoud Abbas, mereka lebih menerima Israel untuk hidup berdampingan secara damai. Sedangkan Hamas merupakan faksi militan yang menolak mengakui Israel, dan menganggap israel adalah penjajah, Hamas didirikan oleh Sheih Ahmed Yasin yang awal mulanya adalah cabang gerakan Ikhwanul muslimin di mesir, mereka membentuk sayap militer Brigade Izz al-Din al-Qassam, yang melakukan perjuangan bersenjata untuk membebaskan Palestina dari Israel.

Kedua Wilayah Palestina (Gaza dan Tepi barat) sejak 2007 merupakan wilayah yang memliki otoritas berbeda, dan secara perwilayahan terpisah jauh karena dipisahkan oleh wilayah Israel, Wilayah Gaza berada pada pantai Timur laut Tengah yang berbatasan dengan Mesir dan Israel, luas wilayahnya hanya 365 kilometer persegi, saat ini Gaza dibawah kekuasaan Hamas yang telah mengalahkan tentara keamanan presiden Mahmoud Abbas. Sedangkan Wilayah Tapi barat merupakan wilayah Palestina yang berada pada sebelah barat Sungai Yordan, yang berbatasan langsung dengan Yordania, laut mati, dan Israel, luas wilayahnya 5.860 kilometer persegi, saat ini Tepi barat dibawah otoritas pemerintahan Fatah.

Foto : Serangan roket Hamas Palestina di wilayah Israel

Karena sikap Hamas yang demikian keras kepada Israel, dan seringkali menolak dengan tegas keberadaan Israei inilah sehingga Amerika, Israel, dan sekutu-sekutunya melabeli Hamas sebagai Organisasi Teroris, dan itu juga yang baru saja terjadi, Hamas menyerang wilayah Israel.

Dengan adanya serangan Hamas kepada Israel yang telah meluncurkan roket-roket ke wilayah Israel, kira-kira apa untung dan ruginya:

Keuntungannya

  1. Hamas bisa menghidupkan kembali perlawanan kepada Israel yang dianggap telah menyerobot tanah Arab, selama ini dunia dianggap sudah lupa dengan kekejaman Zionis Israel yang semakin lama semakin memperluar wilayahnya untuk pemukiman-pemukiman Yahudi.
  2. Hamas memperingatkan kepada Israel untuk tidak semena-mena kepada rakyat Palestina, agar memberi kebebasan kepada rakyat Paletina dan umat Islam untuk beribadah ke Masjidil Aqso.
  3. Hamas memberi pesan kepada dunia, bahwa Palestina yang telah terhapus dari peta dunia, ternyata masih ada dan perlu diperhatikan suaranya dan diakui sebagai negara berdaulat.
  4. Palestina bisa mendapatkan simpati dunia, karena saat ini dunia khususnya dunia Islam bersatu untuk mendukung rakyat palestina yang telah mendapatkan serangan bertubi-tubi oleh Israel.
  5. Israel akan semakin tertekan di kancah internasional, produk-produknya akan banyak di boikot oleh banyak negara, terutama negara-negara Islam.

Kerugiannya

  1. Palestina terutama Gaza akan mengalami kehancuran yang luar biasa. Walaupun serangan Hamas dikategorikan cukup ringan, tapi bagi Israel hal itu sebagai pertanda ditabuhnya Genderang Perang bagi Hamas, dan israel sudah nyata-nyata menolak gencatan senjata sebelum Hamas habis.
  2. Serangan Hamas hanya berupa luncuran-luncuran roket yang 95% bisa dihadang oleh Iron Dome Israel yang begitu canggih, sekitar 5% yang lolos itupun tak akan membuat kerusakan berarti bagi Israel, tapi balasan Israel sangat brutal dan diluar batas-batas kemanusiaan, mereka membalas dengan luncuran rudal canggih yang punya hulu ledak yang luar biasa dahsyat.
  3. Jumlah korban jiwa dan penderitaan sangat besar dan menyakitkan bagi warga sipil Gaza, yang menurut berita televisi saat ini sudah tembus sekitar 10.000 jiwa, dan ratusan ribu kehilangan tempat tinggal.
  4. Bila nanti seandainya Hamas dikalahkan oleh Israel, yang secara matematis memang besar kemungkinannya, semoga Israel akan secara rela mengembalikan lagi wilayah Gaza kepada Palestina, karena dari beberapa pengalaman, setelah perang terjadi, wilayah Israel pasti akan bertambah luas dan pencaplokan wilayah Arab pasti terjadi.

Himbauan

  1. Sebagai sesama Negara Muslim wajib kiranya membantu penderitaan warga Palestina terutama Gaza dalam menghadapi agresor Zionis Israel, apapun wujudnya bisa berupa dana, makanan, pakaian, obat-obatan, diplomasi, ataupun Doa.
  2. Himbauan untuk tidak membeli produk-produk Israel atau negara penyokongnya memang perlu dilakukan, tapi seyogyanya hal itu dilakukan pada produk-produk yang diimport langsung atau terkait langsung dengan israel dan pendukungnya, karena bila hal itu diberlakukan bagi produk-produk lokal Indonesia yang tidak terkait langsung, maka hal itu bisa jadi bumerang, karena dibelakang produk-produk tersebut juga ada nasib ratusan ribu bahkan jutaan manusia Indonesia yang butuh diberi makan, Jangan sampai nanti terjadi PHK besar-besaran karena hal ini.
  3. Hamas Harus bisa mengedepankan langkah-langkah diplomasi daripada peperangan, Hamas harus bisa mengukur kemampuan, kalau mau mengalahkan Israel dengan kekuatan senjata saat ini, rasanya sangat tidak mungkin, jangankan hanya Hamas, gabungan beberapa negara Arab saja bisa dikalahkan Israel, apalagi Hamas. Tapi kalau untuk pemperoleh simpati dan dukungan internasional, rupanya hal itu bisa dimaklumi, namun harus ditebus dengan pengorbanan yang sangat luar biasa besar.

  4. Wallohu a’lam bisshowab

Senin, 06 November 2023

Profesiku Adalah Ibadahku | Karya : Uswatun Hasanah S.HI., M.Pd.

Profesiku Adalah Ibadahku | Karya : Uswatun Hasanah S.HI., M.Pd.

Uswatun Hasanah S.HI., M.Pd.

PROFESIKU ADALAH IBADAHKU

Apakah anda seorang guru di madrasah yang berada di sebuah desa kecil? dan pernahkah anda menyerah pasrah karena sudah berkali-kali berusaha tapi belum ada hasilnya? Anda tidaklah sendirian, banyak sekali guru-guru disana yang berada di posisi seperti anda, bahkan ada pula yang lebih miris daripada anda, mereka yang berada di pulau-pulau terpencil yang harus memperjuangkan anak bangsa agar bisa mendapatkan pendidikan yang layak.

Kondisi madrasah yang berada disebuah desa kecil memang seringkali tidak diuntungkan, apalagi di tingkat SLTA, diantara penyebabnya ada beberapa orang tua yang mempunyai kemampuan ekonomi lebih, mereka menyekolahkan anaknya di madrasah kota yang katanya lebih bergengsi. Ada pula orang tua yang mempunyai anak ber-IQ tinggi disekolahkan ke kota dengan alasan supaya bisa bersaing dengan anak-anak lain yang pintar. Dan tak jarang pula alasan klasik karena bosan dengan sekolah di desa yang sama sejak kecil. Sehingga seorang guru dan pimpinan madrasah di desa harus lebih berupaya sekuat tenaga untuk mensukseskan PPDB melebihi madrasah-madrasah yang ada di kota, yang diuntungkan dengan beberapa alasan tadi.

Di sisi lain, siswa madrasah di desa bisa dikatakan lebih banyak menguji kesabaran guru, beberapa diantara mereka kurang perhatian terhadap pelajaran yang disampaikan, bahkan dari segi kedisiplinan, seringkali mereka mengesampingkannya. Mulai dari datang terlambat dengan alasan tidak ada yang membangunkan, baju yang tidak dimasukkan celana, atribut yang tidak dipakai, padahal sudah berbagai tindakan dilakukan oleh pimpinan madrasah dan guru, namun faktor extern masih sangat mempengaruhi kedisiplinan siswa-siswa tersebut. Banyak diantara mereka mempunyai masalah keluarga, mulai dari ekonomi, perceraian orang tua, dan minimnya kesadaran akan kebutuhan pendidikan anak dari orang tua.

Tentu saja tidak semua siswa di madrasah desa yang mempunyai masalah diatas, ada beberapa siswa yang tetap semangat belajar, bahkan bisa berprestasi dan bersaing dengan siswa madrasah di kota. Mereka inilah yang akan menjadi penguat kita sebagai guru, menjadi pelipur lara disaat lelah melanda.

Tidaklah salah ketika seorang guru pernah merasa lelah, marah, bahkan menyerah ketika mendampingi siswa yang mempunyai masalah. Namun ada banyak hal yang perlu kita ingat bahwa:

  1. Ilmu apapun yang kita berikan kepada siswa, bukan hanya pelajaran sekolah, tidaklah akan sia-sia, sekecil apapun itu, seremeh apapun itu, suatu saat pasti akan bermanfaat untuk mereka, sebagaimana terjemah hadits yang diriwayatkan Imam Bukhori “Jadilah pendidik yang penyantun, ahli fiqih, dan ulama. Disebut pendidik apabila seseorang mendidik manusia dengan memberikan ilmu sedikit-sedikit yang lama-lama menjadi banyak (HR Bukhari)”.
  2. Guru di madrasah desa akan lebih terlatih kesabarannya karena sudah mendampingi beberapa siswa dengan masalah-masalahnya, disamping mereka harus menyiapkan perangkat pembelajaran, menyampaikan pembelajaran sesuai RPP dan melakukan penilaiannya, dibandingkan dengan guru di madrasah kota yang lebih leluasa mengerjakan tugas keprofesianya sebagai guru karena tidak terhambat oleh masalah-masalah siswa. Hal ini tertuang dalam terjemah surat Al Qashash ayat 80 “Ketahuilah, pahala Allah lebih baik bagi orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, dan (pahala yang besar) itu hanya diperoleh oleh orang-orang yang sabar”.
  3. Setiap pendampingan yang kita lakukan sebagai guru, tentu bernilai pahala, dan setiap pahala bernilai ibadah. Maka janganlah kita berkecil hati, berputus asa dan menyerah. Karena di tangan kitalah masa depan anak bangsa, siapapun mereka, bagaimanapun mereka, darimanapun mereka, tetap membutuhkan kita sebagai cahaya yang akan menerangi perjalanan hidup mereka.

Foto : Uswatun Hasanah, S.HI., M.Pd.

Sebagai kalimat penutup, agar bisa memotivasi guru-guru, saya sampaikan perkataan para sahabat mengenai keutamaan orang yang berilmu, sebagaimana dinukil oleh KH. Hasyim Asy’ari dalam kitabnya Adab Ta’lim wa al-Muta’allim halaman 20 : “Belajarlah ilmu, sesungguhnya mempelajari ilmu adalah suatu kebaikan, mencari ilmu adalah ibadah, mengingatnya adalah tasbih, membahas suatu ilmu adalah jihad, bersungguh-sungguh terhadao ilmu adalah pengorbanan, mengajarkan ilmu kepada orang yang tidak memiliki pengatahuan adalah sedekah”.

Oleh karena itu mari kita tetap istiqomah menjadi guru, siapapun siswa kita, darimanapun mereka, karena profesi kita adalah ibadah.

Jumat, 28 Juli 2023

Tes DNA? Untuk Apa? | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

Tes DNA? Untuk Apa? | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

TES DNA? UNTUK APA?

Akhir-akhir ini di Media Sosial sedang ramai dibicarakan tentang keaslian nasab Habaib, apakah benar tersambung dengan Rosulullah Muhammad SAW atau tidak?, antara yang pro dan yang kontra tentang hal itu saling mengungkapkan “Dalilnya”, beberapa orang dari yang menginginkan adanya kejelasan nasab para habaib meminta mereka untuk melakukan tes DNA untuk menjawabnya, Ya tes DNA, apa itu tes DNA?, dan apa korelasinya dengan penentuan nasab seseorang?, dan apakah tes DNA benar-benar bisa menjawab keraguan seseorang tentang nasab dan keturunan, marilah kita ikuti tulisan ini sampai habis.

DNA adalah singkatan dari Deoxyribonucleic Acid atau kalau dibahasa Indonesiakan menjadi Asam Dioksiribonukleat atau ADN, DNA bersama dengan RNA (Ribonukleic Acid) merupakan molekul pembawa sifat atau materi genetik seseorang, DNA dan dan RNA inilah yang akan menyusun Gen, dan gen inilah nanti yang bisa diturunkan kepada keturunannya. DNA ini dibawa oleh benang-benang yang dinamakan Kromatin atau kromosom, yang terletak di dalam intik sel/Nukleus, dimana Inti sel terdapat didalam sel Makhluk hidup, yang jumlahnya biasanya tidak sama. Pada manusia jumlah kromosom tiap sel yang normal adalah 46 buah dan berpasangan dua-dua menjadi 23 pasang, kecuali pada sel kelamin (sperma dan Ovum) yang tidak berpasangan, Dari 23 pasang tersebut 22 pasang tidak menentukan jenis kelamin yang disebut Autosom, sedangkan yang sepasang menentukan jenis kelamin yang disebut Gonosom (kromosom Seks), kalau pada manusia kromosom seks ini dilambangkan dengan XY. Karena DNA merupakan pembawa Materi genetik, maka DNA mengandung kode-kode genetik yang bisa dibaca dan dicocokkan antara induk/orang tua kepada keturunannya.

Gambar : Ilustrasi DNA

Dalam banyak hal, gen ini sebagai penentu dalam pengungkapan masalah-masalah yang butuh penangan khusus, misal ada kecelakaan pesawat udara, yang mana penumpangnya sudah hangus semua dan tak bisa dikenali ciri-ciri fisiknya, maka hal ini bisa dideteksi melalui Tes DNA, yang mana beberapa sel yang masih tersisa dapat diambil menjadi sample/template kemudian dicocokkan dengan DNA keluarganya. Pernah dalam suatu kasus pada suatu rumah sakit, dimana terjadi proses tertukarnya seorang bayi, dimana seorang ibu sengaja menukar bayinya yang kebetulan belum dikasih gelang oleh pihak rumah sakit dengan bayinya yang kebetulan dilahirkan dalam waktu yang hampir bersamaan, terjadilah keributan saat itu karena ibu sang bayi yang ditukar merasa sudah mengenali bayinya, sedangkan ibu yang menukar bayi tersebut bersikeras kalau itu adalah bayinya, setelah dilakukan tes DNA maka terungkaplah bila bayi tersebut memang tertukar (sengaja ditukarkan) oleh ibunya tadi.

Nasab Rosulullah Muhammad SAW bisakah terdeteksi?

Pada saat ini banyak pertanyaan, nasab Rosulullah Muhammad SAW bisakah terdeteksi, bisakah mengambil sampel dari orang yang telah meninggal lama?, atau kalau memang bisa, apakah harus membongkar makamnya?

Dalam persoalan pengambilan sampel DNA sebenarnya masih bisa dilakukan walau orang tersebut sudah meninggal lama, bahkan jangankan hanya ratusan atau ribuan tahun, jutaan tahunpun bisa, hal itu terjadi pada pada fosil-fosil hewan purba yang telah ditemukan, bila bagian selnya diambil maka akan bisa dipelajari oleh para ilmuan, hanya saja kemungkinan ada yang mengalami kerusakan karena umurnya sudah sangat tua. DNA bisa diambil dari seluruh sel tubuh Makhluk hidup, baik itu daging, tulang, bahkan kuku dan rambutnya, Karena itu pengambilan sampel DNA Rosulullah tidak usah sampai melakukan pembongkaran makamnya, karena masih banyak peninggalan Rosulullah yang mengandung DNA, saat ini rambut rosulullah masih tersimpan di moseum Mevlana Turki, begitu juga kabarnya gigi beliau yang sempat terlepas pada saat perang Uhud, ada dua yang masih tersimpan di Moseum Topkapi Turki dan disimpan Oleh Sultan Mahmed II. Kalau memang iya masih ada rambut dan gigi beliau yang tersimpan saat ini, maka dirasa sangat cukup untuk mengambil sampel beliau, jadi tidak usah pakai membongkar makam beliau kalau hanya sekedar mau mengambil sampel DNA beliau, karena disamping tidak harus dilakukan, juga sangat tidak etis dan tidak sopan terhadap junjungan kita seorang nabi besar.

Terus kalau ada pertanyaan, apakah DNA itu selalu tetap dari generasi ke generasi?, dan apakah DNA tidak bisa bercampur dengan DNA yang lain?. DNA umumnya berubah-rubah, bergantung pada kebutuhan sintesa protein. Perubahan DNA akan menyebabkan terjadinya perubahan Gen, sehingga akan menyebabkan perubahan sifat pada makhluk hidup. Gen pada suatu makhluk hidup, misal Manusia itu selalu terjadi percampuran karena berasal dari gen ayah dan gen ibu, dan untuk mewujudkan suatu sifat yang tampak/Fenotip itupun masih dipengaruhi oleh lingkungannya. Karena berasal dari Sifat ayah dan sifat ibu, maka ada kalanya suatu sifat cenderung mirip ke sifat ayah dan ada kalanya cenderung ke sifat ibu, dan bila anak mereka kawin dengan orang yang lain, maka akan terjadi percampuran gen yang lebih banyak lagi, sehingga semakin jauh keturunan seseorang, maka semakin sedikit sifat yang diturunkan. Bagaimana halnya dengan sifat nabi Muhammad SAW yang sudah beberapa generasi, masihkah bisa terdeteksi kalau seseorang pada zaman ini mengaku sebagai keturunan beliau?, sekarang ini ada cara mendeteksi Sifat seseorang yang sudah lama meninggal, yaitu dengan memetakan Y-DNA Short Tandem Repeat (STR), dimana DNA keturunan Rosulullah SAW yang berada di zaman sekarang dapat dipetakan untuk melihat Mundur ke belakang melalui kromorom Y-nya, kromosom seks itu ada dua macam, yaitu kromosom X dan Kromosom Y, Kromosom X itu dipunyai oleh pihak perempuan dan laki-laki sehingga bisa terjadi percampuran sifat, sedangkan kromosom Y itu hanya dipunyai oleh pihak laki-laki saja, sehingga tak bercampur dari pihak ibu, dan itulah yang bisa dipetakan kode-kodenya untuk dilihat dan dicocokkan, dari sinilah nanti akan terpantau apakah seseorang benar-benar keturunan Nabi muhammad SAW atau hanya palsu dan abal-abal saja.

Itulah sedikit gambaran tentang DNA, yang walaupun kelihatan rumit karena berada di dalam sel yang ukurannya sangat kecil, tetapi tetap sederhana dalam mendapatkan dan menelitinya, sehingga kalau sekarang ada orang yang diragukan tentang keaslian nasabnya, maka sebenarnya dapat diselesaikan dengan mudah melalui Tes DNA. Hanya saja pertanyaannya apakah orang tersebut mau untuk tes DNA apa tidak?, Semoga Allah selalu melindungi kita semua, amin.

Minggu, 27 November 2022

Pendidikan Simalakama | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

Pendidikan Simalakama | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

PENDIDIKAN SIMALAKAMA

“Dari mana kamu Asep, jam segini kok baru datang” tanya pak Zaenal pada suatu hari, “Maaf pak masih baru bangun, tadi malam baru ngopi sama teman-teman” jawab Asep, “Berarti belum Sholat Shubuh?”, tanya pak Zaenal lagi, “Belum pak” jawab Asep lagi, “Yo wis situ sholat Shubuh dulu kemudian dilanjutkan sholat Dhuha”, perintah pak Zaenal.

“Kamu Alif, dari mana kok masih baru datang..?, kemarin juga gak masuk..?”, “A..A..A..Anu pak, kemarin baru dari nyambang ayah pak, di Tuban, tadi malam kelelahan jadi kesiangan bangun”, jawab Alif. “Mbok ya kalau nyambang orang tua itu tidak pas hari sekolah, hari libur gitu lo..”, saran Pak Zaenal, “Anu pak, ketepatan uang habis pak, jadi ya langsung berangkat pak”, jawab Alif, “Kamu itu Pancet wae”, sergah pak Zaenal.

“Terus kamu Fahmi, kemana saja kok jarang masuk sekolah?”, “Anu pak, kemarin itu ikut Manaqib di Masjid, kemarin lusa ada undangan banjari kemantenan, dan lusanya lagi ikut Al khidmah di Gresik, terus hari sebelumnya ikut setor udang…”, Jawab Fahmi bertubi-tubi, “Kamu ini niat sekolah apa tidak” tanya Pak Zaenal lagi, “Ya niat pak, Maaf pak, Mulai besok saya akan aktif masuk sekolah”, terang Fahmi, “Walah… Bosen Pak zaenal dengarnya, terus janji-janji tapi gak ada realisasi” bentak Pak zaenal, “Nggeh pak Maaf…”.

Sekelumit kisah tanya jawab di atas bukanlah isapan jempol ataupun cerita “Hoax”, tapi merupakan permasalahan klasik di banyak sekolah. Banyaknya permasalahan yang dihadapi oleh sebagian besar sekolah, terutama sekolah-sekolah swasta biasa (maaf untuk selanjutnya akan penulis panggil: Swasta Pinggiran) menjadikan kendala tersendiri dalam peningkatan mutu pendidikan. Janganlah dibandingkan permasalahan antara sekolah Negeri dan sekolah swasta Faforit dengan Sekolah Swasta pinggiran tadi, kalau ingin meniru atau berharap bolehlah, tapi kalau harus membandingkan sepantasnya adalah dengan sekolah yang sepadan, atau mungkin satu tingkat di atasnya masih gak apa-apa.

Beberapa permasalahan yang banyak dihadapi oleh sekolah swasta pinggiran antara lain pertama adalah pembiayaan, mulai dari pengadaan sarana-prasarana, biaya operasional, maupun gaji guru dan karyawan, semua dalam keterbatasan, kalau tidak bisa dikatakan kekurangan. Mengapa hal ini terjadi, karena memang sebagian besar pembiayaan tersebut ditutup berasal dari sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) siswa dan dana bantuan operasional sekolah (BOS), padahal kita maklum bersama kalau SPP siswa di sekolah pinggiran tidak bisa dijadikan andalan, beda sekali dengan di sekolah bonafide, dimana penerapan subsidi silang bagi yang kurang mampu berjalan dengan baik, banyak donatur tetap, jalinan alumni berjalan dengan baik, kalau di swasta pinggiran hal itu tidak berjalan, BOS seringkali diterima terlambat dan tidak penuh, atau bisa naik turun, sedangkan SPP masuknya tidak bisa optimal, banyak yang minta keringanan biaya, bayarnya ketika mau ujian, itupun tidak penuh, padahal program pendidikan harus bisa berjalan dengan baik dan gak bisa ditawar-tawar lagi, untungnya untuk guru-guru sertifikasi sudah dapat tunjangan dari pemerintah, kalau seandainya tidak, mungkin minat menjadi guru disekolah swasta pinggiran akan musnah.

Kedua, permasalahan yang banyak dihadapi adalah kedisiplinan siswanya. Di banyak sekolah pinggiran kemungkinan sekitar 20 prosen siswanya kurang disiplin, disiplin masuk, apalagi disiplin belajar mungkin akan lebih parah lagi, mengapa hal itu terjadi?, ingat kebanyakan siswa yang sekolah di swasta pinggiran adalah anak yang mengalami keterbatasan, baik keterbatasan finansial maupun keterbatasan fikiran, walaupun tidak sedikit pula yang memiliki kemampuan finansial dan disiplin, karena adanya siswa yang heterogen inilah seringkali membawa dampak negatif bagi sekolah yang bertekad untuk mengangkat citranya. Mengapa di sekolah swasta pinggiran siswanya banyak yang kurang disiplin?, salah satunya adalah karena kurang beraninya sekolah tersebut dalam bertindak tegas, kalau di sekolah negeri atau swasta unggulan penerapan aturan sangat dijunjung tinggi, artinya siapa yang bertindak tidak sesuai dengan aturan dan tata tertib sekolah, maka dia akan dipanggil, diberi peringatan, dan akhirnya dikeluarkan, kalau di swasta pinggiran hal itu masih menjadi tarik ulur yang begitu keras, mengapa..?, ya karena di sekolah swasta pinggiran siswanya tanpa melalui penyaringan, semua bisa masuk, bahkan kecendrungannya sekolah lebih membutuhkan murid, beda sekali dengan sekolah negeri dan Swasta bonafide dimana murid yang membutuhkan sekolah, sehingga murid tidak berani macam-macam kepada sekolah, kalau nanti mereka berani macam-macam tinggal dikeluarkan, kalau swasta pinggiran pertimbangannya akan sangat banyak mulai A sampai Z, bahkan kadang-kadang untuk menarik murid, sekolah swasta pinggiran harus mengumbar diskon besar-besaran, mulai dari Free uang gedung, beasiswa, gratis seragam dan sebagainya, hal-hal itulah yang kadang-kadang membuat beberapa murid menjadi “semakin Manja”, merasa sekolah sangat membutuhkan mereka, dan menganggap sekolah tidak akan berani untuk mengeluarkan mereka, sehingga murid akan semakin meremehkan kepada aturan sekolah, walaupun sebenarnya mereka akan menjadi “Virus” bagi yang lain.

Model pendidikan Simalakama ini cenderung akan merepotkan bagi sekolah swasta pinggiran, mau bertindak tegas sesuai aturan, tapi terkendala dengan kebutuhan jumlah murid, kalau tidak tegas, murid malah cenderung meremehkan, pihak sekolah akan semakin kesulitan dalam menggapai visinya. Terus siapa yang salah dalam hal ini, dan bagaimana langkah kita seharusnya?. Haruskah kita mencari akar masalahnya?, bukankan kita sebenarnya sudah Tahu permasalahannya, bahwa sekolah swasta pinggiran memang memiliki segudang permasalahan yang kompleks, dan tidak bisa hanya sekedar amputasi salah satu bagian tanpa adanya tindakan preventif dari awal, kalau kita nekat untuk menghilangkan penyakit yang sudah menjalar dan mengakar kemana-mana dengan tindakan penyembuhan secara instan, apa kira-kira tidak malah berbalik menjadi mempercepat kematiannya?, Benar-benar simalakama, mungkin Salah satu cara yang bisa diambil adalah dengan tetap memberikan terapi obat, tetapi juga dibarengi dengan Peningkatan daya tahan tubuh agar penyakit lain tidak gampang masuk, artinya tidak usah dipaksakan semua permasalahan bisa selesai dalam waktu sekejap, peningkatan mutu pasti harus dilakukan, tapi penurunan grade dalam penanganan mungkin bisa dilakukan dengan tanpa meninggalkan aturan formalnya. Kita tidak usah merubah aturan yang telah disepakati bersama, tapi pada praktiknya mungkin masih butuh kebijakan-kebijakan lain.

Untuk mengakhiri tulisan ini, alangkah indah dan berharganya Nasihat dari KH. Maimoen Zubair (Mbah Moen) Sarang Rembang tentang pendidikan; “Jadi guru itu tidak usah punya niat bikin pintar orang, nanti kamu akan marah-marah ketika melihat muridmu tidak pintar, yang penting niat menyampaikan ilmu dan mendidik yang baik, masalah muridmu kelak jadi pinter atau tidak, serahkan pada Allah, doakan saja terus-menerus agar muridnya mendapat hidayah”, dilain nasihat Mbah Moen juga mengatakan: “Yang paling hebat bagi seorang guru adalah mendidik, dan rekreasi yang paling indah adalah mengajar. Ketika melihat murid-murid yang menjengkelkan dan melelahkan, terkadang hati teruji kesabarannya, namun hadirkanlah gambaran bahwa diantara satu dari mereka kelak akan menarik tangan kita menuju Sorga”. Wallahu a’lam bishawab.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Selamat Datang di Website Resmi MA Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik. Madrasah Hebat Bermartabat
Done