MA Al Asyhar Sungonlegowo
News Update
Loading...

Uswatun Hasanah, S.Hi., M.Pd.

Kepala MA Al Asyhar

(2022 - Sekarang)

Sambutan Kepala Madrasah

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh..

Segala puji bagi Allah SWT. Sholawat serta salam semoga senantiasa terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Saya selaku Kepala Madrasah Aliyah Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik beserta segenap dewan guru mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bpk/Ibu wali murid yang telah mempercayakan putra-putrinya untuk menuntut ilmu di lembaga kami. Selengkapnya...

Kabar Berita

[Kabar Berita][recentbylabel]

Karya Siswa

[Karya Siswa][recentbylabel]

Karya Guru

[Karya Guru][recentbylabel]

Sabtu, 24 Januari 2026

MBG dan Penurunan Kualitas Pendidikan | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

MBG dan Penurunan Kualitas Pendidikan | Karya : H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

H. Rofi'ul Amin, S.Pd, M.Pd

MBG dan Penurunan Kualitas Pendidikan

"Haya, kenapa kok sayurannya tidak dimakan?” tanya Pak Piul kepada salah satu siswanya Nihayatus Shofa,
“Saya tidak suka sayuran pak”, jawab Nihaya,
“Ya harus tetap dimakan Nak, supaya badannya semakin sehat, cerdas, dan tidak sakit-sakitan”, terang Pak Piul pada Haya,
“Oh .., inggih pak nanti saya makan”, jawab Haya.

Itu adalah sekelumit cerita tentang MBG (Makan Bergizi Gratis) di MA Al Asyhar Sungonlegowo, program unggulan Presiden Prabowo-Gibran yang dijanjikan pada masa kampanye pilpres tahun 2024 kemarin. Ya, MBG yang merupakan salah satu program yang bertekad untuk mencerdaskan kehidupan bangsa ini harus dijalankan apapun resikonya, kalau sampai tidak terlaksana, maka presiden dianggap berbohong kepada rakyatnya, dan kalau rakyat sudah merasa dihianati, jangan harap akan terpilih kembali pada periode berikutnya.

Dalam pelaksanaanya, MBG masih sering mendapatkan permasalahan mendasar dan klasik, semacam belum meratanya peneriama MBG di semua sekolah dan desa, sampai saat ini kabarnya masih ada sekolah dan desa yang belum mendapatkan, banyak dari para penerima manfaat (Pelajar PAUD sampai SMA, ibu hamil, dan lansia), kurang terbiasa dengan menu-menu yang disajikan oleh ahli gizi yang telah dipercaya oleh pemerintah. Kurang terbiasanya para murid untuk mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan menjadi problem tersendiri dari pelaksanaan MBG, menu masakan yang dibuat tanpa adanya penyedap rasa semacam Vitsin, semakin menambah kurangnya gairah dan Hasrat pada anak-anak untuk menyantapnya, hal ini menjadi problem yang harus segera dicari akar masalahnya, karena dengan beberapa permasalahan tersebut dikhawatirkan MBG yang dirancang sebagai makanan seimbang atau yang dulu dikenal dengan makanan Empat sehat Lima Sempurna hanyalah sebuah angan-angan saja, dan tekad pemerintah untuk semakin mencerdaskan generasi penerus bangsa, hanyalah pepesan kosong belaka.

Gambar : Para siswa MA Al Asyhar Sungonlegowo sedang menikmati Makan Bergizi Gratis

Di lain sisi, perwujudan program MBG ini ternyata menyerap anggaran yang sangat besar dari APBN, terutama dari anggaran pendidikan. Menurut Kompas Online edisi 17 Agustus 2025, Anggaran Pendidikan memang mengalami kenaikan dari Rp 724,7 Triliun pada tahun 2025, menjadi Rp 757,8 Triliun pada tahun 2026, tetapi sekitar Rp 335 Triliun dipakai untuk pembiayaan MBG ini, sungguh suatu angka yang fantastis. Jadi anggaran Pendidikan yang dicanangkan oleh pemerintah akan terserap sekitar 44% untuk membiayai MBG ini (NU online , 20 Agustus 2025). Dengan penyerapan dana yang begitu besar, jelaslah bahwa MBG yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, justru akan menjadi boomerang di kemudian hari, dimana anggaran yang telah dirancang untuk pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana para pelajar akan secara otomatis dialihkan untuk kebutuhan MBG ini, dengan demikian secara tidak langsung, cepat atau lambat akan menurunkan kualitas Pendidikan.

Tanda-tanda penurunan kualitas Pendidikan juga bisa dilihat dari tunjangan-tunjangan guru yang diterima dari pemerintah. Tunjangan Fungsional Guru (TFG) misalnya, tunjangan yang dulunya diterima oleh guru-guru swasta ternyata akhir-akhir ini kabarnya sudah tidak lagi didapatkan, padahal kita semua tahu kalau tunjangan TFG yang walaupun jumlahnya tidak seberapa, tapi amatlah penting bagi keberhasilan Pendidikan, karena kalau sampai hal itu terjadi, maka sama saja dengan pemerintah memotong salah satu kaki dari para guru swasta, sehingga langkah dari para guru swasta menjadi sangat terbatas, lemah, lunglai, dan pincang jangan sampai nasib guru akan kembali menjadi “Umar Bakri”, jangan sampai guru kembali nyambi jadi buruh tani, kembali ke tambak, atau guru menjadi tukang ojek online. Kita setuju MBG tetap ada, tetapi janganlah dengan adanya MBG hal ironis terjadi, karena adanya pemotongan anggaran Pendidikan yang luar biasa besar, beberapa opsi yang mungkin bisa laksanakan adalah dengan pemotongan sedikit tunjangan pegawai BUMN, DPR/MPR, atau pejabat publik lain yang tunjangannya terlalu besar unutk ukuran Indonesia, atau anggaran MBG disendirikan, dilepas dari anggaran Pendidikan.

Minggu, 18 Januari 2026

Puisi Religius | Fajar dan Senja

Puisi Religius | Fajar dan Senja

PUISI RELIGIUS

KARYA : Nur Idina Humairah



FAJAR & SENJA


Di setiap langkah, di setiap deru napas, dan di setiap kedipan mata,
tak ada yang kuasa menciptakan sesempurna itu,
selain Dia, Dia yang menciptakan langit dan bumi,
Dia yang menciptakan pergantian pagi dan malam.

Aku hanyalah seorang manusia yang tak tahu apa-apa,
dan aku tak akan bisa mengenal dunia seindah ini
jika aku tak memiliki nikmat yang sangat sempurna.

Bahkan…
rasanya dunia ini tidak ada apa-apanya
jikalau di hati dan raga kita tak iman kepadanya,
dan tanpa ilmu yang Ia tebarkan ke dunia,
walaupun hanya sebutir pasir, namun ilmu itu
tak akan habis jika hanya hidup satu kali.

Tuhan sangatlah baik.
Dia yang menciptakan fajar dengan sangat indah,
dan pancaran yang amat merdu.
Dan Tuhan menciptakan senja yang tak pernah bosan
dipandang oleh pancaindra.

Rabu, 14 Januari 2026

Puisi Motivasi: Disiplin

Puisi Motivasi: Disiplin

PUISI MOTIVASI

KARYA : Innani Ainur Rizqiyah



DISIPLIN


Untuk apa peraturan?
Tentu untuk ditaati,
bukan untuk dilanggar,
sekali dan sewajarnya.

Disiplin adalah jodoh kesuksesan,
tanpanya kesuksesan hanya akan menjadi mimpi.

Disiplin…
pahit untuk si malas,
manis untuk si rajin,
mimpi buruk bagi si pesimis,
mimpi indah bagi si optimis.

ESAI | Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia

ESAI | Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia

ESAI

KARYA : Almiera Naznin Nafeeza



Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia


Alam adalah anugerah Allah yang indah kepada manusia. Namun, alam juga bisa menjadi bentuk murka Allah kepada manusia. Semua itu terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Ketika alam kita jaga dengan baik, kita akan merasakan anugerah dari Allah. Sebaliknya, ketika kita tidak menjaganya, kita akan merasakan murka-Nya.

Hal ini sama dengan bencana. Bencana merupakan salah satu bentuk murka Allah ketika manusia tidak menjaga anugerah yang telah Allah berikan. Seperti yang terjadi di Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu. Alam yang dahulu rimbun, aman, dan damai, dengan hutan serta pepohonan yang lebat, semuanya ditebang.

Memang hutan tersebut diganti dengan pohon, namun yang ditanam adalah pohon sawit. Pohon sawit merupakan salah satu jenis pohon yang tidak memiliki akar kuat untuk mengunci tanah. Semua itu dilakukan demi keserakahan manusia.

Lalu, apa yang terjadi? Longsor besar pun terjadi. Kehidupan yang seharusnya tenang berubah menjadi tegang. Inilah bahaya murka Allah. Ulah manusia yang akibatnya kembali kepada manusia itu sendiri.

“Ketika alam kita jaga dengan baik, kita akan merasakan anugerah itu dari Allah. Namun ketika kita tidak menjaganya, kita akan merasakan murka-Nya.”

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Selamat Datang di Website Resmi MA Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik. Madrasah Hebat Bermartabat
Done