MA Al Asyhar Sungonlegowo: Karya Siswa
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Karya Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Siswa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2026

Puisi Religius | Fajar dan Senja

Puisi Religius | Fajar dan Senja

PUISI RELIGIUS

KARYA : Nur Idina Humairah



FAJAR & SENJA


Di setiap langkah, di setiap deru napas, dan di setiap kedipan mata,
tak ada yang kuasa menciptakan sesempurna itu,
selain Dia, Dia yang menciptakan langit dan bumi,
Dia yang menciptakan pergantian pagi dan malam.

Aku hanyalah seorang manusia yang tak tahu apa-apa,
dan aku tak akan bisa mengenal dunia seindah ini
jika aku tak memiliki nikmat yang sangat sempurna.

Bahkan…
rasanya dunia ini tidak ada apa-apanya
jikalau di hati dan raga kita tak iman kepadanya,
dan tanpa ilmu yang Ia tebarkan ke dunia,
walaupun hanya sebutir pasir, namun ilmu itu
tak akan habis jika hanya hidup satu kali.

Tuhan sangatlah baik.
Dia yang menciptakan fajar dengan sangat indah,
dan pancaran yang amat merdu.
Dan Tuhan menciptakan senja yang tak pernah bosan
dipandang oleh pancaindra.

Rabu, 14 Januari 2026

Puisi Motivasi: Disiplin

Puisi Motivasi: Disiplin

PUISI MOTIVASI

KARYA : Innani Ainur Rizqiyah



DISIPLIN


Untuk apa peraturan?
Tentu untuk ditaati,
bukan untuk dilanggar,
sekali dan sewajarnya.

Disiplin adalah jodoh kesuksesan,
tanpanya kesuksesan hanya akan menjadi mimpi.

Disiplin…
pahit untuk si malas,
manis untuk si rajin,
mimpi buruk bagi si pesimis,
mimpi indah bagi si optimis.

ESAI | Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia

ESAI | Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia

ESAI

KARYA : Almiera Naznin Nafeeza



Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia


Alam adalah anugerah Allah yang indah kepada manusia. Namun, alam juga bisa menjadi bentuk murka Allah kepada manusia. Semua itu terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Ketika alam kita jaga dengan baik, kita akan merasakan anugerah dari Allah. Sebaliknya, ketika kita tidak menjaganya, kita akan merasakan murka-Nya.

Hal ini sama dengan bencana. Bencana merupakan salah satu bentuk murka Allah ketika manusia tidak menjaga anugerah yang telah Allah berikan. Seperti yang terjadi di Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu. Alam yang dahulu rimbun, aman, dan damai, dengan hutan serta pepohonan yang lebat, semuanya ditebang.

Memang hutan tersebut diganti dengan pohon, namun yang ditanam adalah pohon sawit. Pohon sawit merupakan salah satu jenis pohon yang tidak memiliki akar kuat untuk mengunci tanah. Semua itu dilakukan demi keserakahan manusia.

Lalu, apa yang terjadi? Longsor besar pun terjadi. Kehidupan yang seharusnya tenang berubah menjadi tegang. Inilah bahaya murka Allah. Ulah manusia yang akibatnya kembali kepada manusia itu sendiri.

“Ketika alam kita jaga dengan baik, kita akan merasakan anugerah itu dari Allah. Namun ketika kita tidak menjaganya, kita akan merasakan murka-Nya.”

Selasa, 11 Februari 2025

Karya Tulis Ilmiah: Teknik Ecoprint Dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa Sp.) Pada Kain Katun | Karya: Najwa Aulia Rahmadani

Karya Tulis Ilmiah: Teknik Ecoprint Dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa Sp.) Pada Kain Katun | Karya: Najwa Aulia Rahmadani

KARYA TULIS ILMIAH

KARYA : Najwa Aulia Rahmadani



Teknik Ecoprint Dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa Sp.) Pada Kain Katun


Najwa Aulia Rahmadani. 2024. Teknik Ecoprint dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa sp.) pada Kain Katun. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Amnia’ul Aida Jawadiyah, S.Pd.Madrasah Aliyah Al Asyhar

Produksi bunga mawar yang meningkat dapat menyebabkan meningkatnya limbah bunga mawar yang dihasilkan. Untuk menambah nilai sustainability bunga mawar, salah satunya melalui ecoprint. Ecoprint merupakan metode menciptakan motif pada kain dengan tujuan konservasi

Dalam sistem pewarnaan dan pembuatan motif alami pada kain dibutuhkan mordan sebagai zat pengikat. Penelitian ini bertujuan menguji kombinasi premordan dan postmordan pada teknik ecoprint dengan kelopak bunga mawar pada kain katun (mori primissima). Metode penelitian adalah eksperimen. Metode pengumpulan data dengan melalui uji arah warna, kualitas motif, dan ketahanan luntur. Instrumen penelitian ialah angket. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.

Dari pengujian arah warna dan motif didapatkan kain menggunakan postmordan tawas menghasilkan motif dengan rentang warnaungu hingga uangu gelap, postmordan dengan tunjung menghasilkan motif dengan rentang warna biru gelap hingga ungu gelap. Uji ketahanan luntur terhadap pencucian menunjukkan kain dengan premordan tunjung dan postmordan tawas memiliki hasil terbaik (93.33%) dan kain dengan premordan tawas dan postmordan kapur tohor (0,84%).

Simpulan hasil penelitian ialah kelopak bunga mawar dapat digunakan sebagai penghasil motif melalui ecoprint pada kain katun dengan mordan tunjung karena menghasilkan ketajaman motif dan ketahanan luntur yang paling baik.

untuk selengkapnya bisa dilihat disini.

Minggu, 22 Desember 2024

Proyek Film Pendek P5RA Tema Bhinneka Tunggal Ika

Proyek Film Pendek P5RA Tema Bhinneka Tunggal Ika

PROYEK FILM PENDEK P5RA TEMA BHINNEKA TUNGGAL IKA
Karya Siswa Kelas XI MA Al Asyhar TA. 2024/2025
Ilustrasi Proyek P5RA Bhinneka Tunggal Ika

Dalam semangat memperkuat nilai-nilai kebhinnekaan, siswa kelas XI MA Al Asyhar berhasil mengemas pesan keberagaman dalam karya film pendek yang kreatif dan inspiratif. Proyek ini merupakan bagian dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5RA) dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”. Film-film ini dikerjakan secara berkelompok dengan melibatkan seluruh siswa dalam proses yang kolaboratif, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, hingga proses pengeditan.

Melalui karya film pendek berjudul "Perbedaan adalah Rahmat", para siswa menyampaikan pesan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan sebuah kekuatan yang harus dirawat dengan nilai toleransi, saling menghormati, dan kerja sama. Karya ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga pembelajaran mendalam tentang pentingnya memahami dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berikut adalah tiga karya terbaik dari film pendek yang diproduksi oleh siswa MA Al Asyhar. Setiap film mengangkat sudut pandang unik tentang keberagaman dan toleransi, mencerminkan semangat pelajar yang aktif, kritis, dan peduli terhadap nilai-nilai luhur kebangsaan:

  1. Roda Berputar
  2. Film pendek ini mengangkat isu perbedaan tingkat ekonomi dengan cerita yang penuh makna. Roda Berputar mengisahkan sebuah keluarga sederhana yang kerap dipandang rendah oleh tetangga karena kondisi ekonomi mereka yang serba terbatas. Namun, berkat kerja keras, keteguhan, dan doa yang tulus, roda kehidupan berputar. Takdir membawa keluarga ini menuju keberhasilan, hingga akhirnya mereka hidup lebih berkecukupan dibanding mereka yang dulu meremehkannya. Cerita ini menyampaikan pesan mendalam bahwa perbedaan ekonomi tidak menentukan nilai seseorang, dan bahwa sikap menghargai orang lain adalah hal yang jauh lebih penting daripada melihat hanya dari sisi materi.


  3. Berbeda Bukan Berarti Tak Sama Kan?!
  4. Melalui tema perbedaan agama dan keberadaan kelompok minoritas, film ini membawa pesan kuat tentang inklusivitas dan penghormatan terhadap sesama. Tokoh utamanya adalah seorang siswa minoritas yang berusaha diterima dalam lingkungan madrasah yang mayoritas berbeda keyakinan. Film ini menggambarkan perjuangan meruntuhkan stereotip, membangun dialog, dan menciptakan hubungan harmonis di tengah perbedaan. Dengan gaya penceritaan yang ringan namun bermakna, karya ini menginspirasi penontonnya untuk selalu melihat kesamaan di balik perbedaan.


  5. Berbeda Tapi Tetap Satu
  6. Karya ini menyoroti pentingnya toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Kisahnya berkisar pada sekelompok siswa yang berasal dari latar belakang agama berbeda, tetapi mampu bekerja sama dalam menghadapi tantangan di madrasah. Film ini memperlihatkan bagaimana konflik kecil yang muncul akibat kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan dialog dan saling pengertian. Pesan moralnya jelas: keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga demi terciptanya harmoni di masyarakat.


Melalui ketiga karya ini, siswa MA Al Asyhar telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran akan pentingnya menghargai perbedaan. Semoga film-film ini menginspirasi generasi muda untuk terus merawat kebhinnekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis, 01 Desember 2022

Flip Book & Video : Gelombang Elektromagnetik | Karya : Nur Sholahiyyah Rahmawati (dkk)

Flip Book & Video : Gelombang Elektromagnetik | Karya : Nur Sholahiyyah Rahmawati (dkk)

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
(FLIP BOOK & VIDEO)

Guru Pengampu : Moh. Rodli Masykur, M.Si


Foto: Cuplikan flip book gelombang elktromagnetik

Flip book dan Video ini dibuat untuk memenuhi tugas Fisika tentang Gelombang Elektromagnetik.

Nama Kelompok:

  1. Ahmad Alfan Fannani
  2. Muhammad Fahmi Al Awwali
  3. Muhammad Rifki Ardiansyah
  4. Mustainul Abidin
  5. Agustina Marosta A
  6. Hidayatul Maulidiyah
  7. Nafahah Assyadziyyah
  8. Nur Sholahiyyah R.
  9. Nurul Khamidah
  10. Roihatul Lailiyah

Editor: Nur Sholahiyyah Rahmawati dan Nafahah Assyadziyyah




Selasa, 20 September 2022

Literasi : Hidup Yang Hampa (Part 2) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

Literasi : Hidup Yang Hampa (Part 2) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

LITERASI

KARYA : SABRINA MUTIARA SARI



HIDUP YANG HAMPA
(PART 2)


Hari ini adalah hari menuju bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Hari dimana semua umat muslim di seluruh dunia menunggu kedatangan bulan yang penuh keberkahan juga kebahagiaan. Bulan dimana lantunan bilal sholat tarawih akan segera berkumandang, anak kecil berlarian bersenang-senang, suara kentongan dan bedug sahur berbunyi menggelegar, petasan gemepyar, dan azan maghrib adalah suatu hal yang sangat semua orang rindukan.

Akankah semua itu hengkang sirna karenamu
wahai corona?

Apakah kamu dan seluruh keluargamu begitu tega
melenyapkan kebahagiaan itu semua?

Apa kamu tega melihat kami anak kecil tidak merasakan
kenikmatan di bulan yang penuh berkah ini?

Apakah belum cukup ratusan jiwa melayang
yang sudah kau gerogoti selama ini?


Ku mohon, biarkan kami menghabiskan waktu di bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Biarkan kami merasakan kenikmatan di bulan ini, untuk menambah amal kebaikan kami dan untuk pesangon kami di akhirat kelak. Ku berdoa pada Allah Yang Maha Kuasa, agar kamu dan juga seluruh keluargamu hilang dari lingkungan kami.

Ceritaku selama kau menggelibeti lingkungan kami begitu tidak menyenangkan dan sangat membosankan. Kegiatan hari-hariku termasuk sekolah dan bersosialisasi dengan orang terdekat kau renggut itu semua dariku. Kegiatan sekolah yang sangat aku sukai untuk mencari ilmu, bertemu langsung dengan para guru, berinteraksi dengan mereka dan mengasah pikiran untuk mulai bertanya kepada mereka, bercanda tawa dengan teman-teman, pergi ke kantin untuk beli jajan saat istirahat, dll. Itu semua tengah sirna karenamu. Semuanya telah tergantikan dengan daring di rumah masing-masing. Tugas yang begitu banyak itu pun hampir setiap hari, dan membuat pusing kepalaku. Tapi, itu semua kujalani dengan baik atas Ridho Allah SWT. Tapi tetap saja semuanya serasa begitu membosankan. Kegiatanku yang dominan selama lockdown ini adalah tidur.

Aku mencoba mencari kegiatan baru untuk mengisi waktu luangku dan merefresh pikiranku, diantaranya menonton film, membaca novel di wattpad, membaca biografi sang idola yang bisa memotivasiku, mendengarkan tilawah Al-Quran, mengungkapkan isi hatiku ke dalam note book ku, membuat sajak, menonton video memasak, menggambar, dll.

Hal itu semua sedikit mengurangi kebosananku selama di rumah saja. Dan ada satu hal yang paling aku sukai adalah mendengarkan nasihat dari ayah dan ibuku.

"Nasihat orang tua itu adalah suatu hal yang sangat amat berharga, karena didalamnya kita bisa mendapatkan Ridho mereka berdua kalau kita menjalankannya. Dan Ridho Allah terletak pada Ridho orang tua"
Literasi : Sepi Nan Sunyi (Part 1) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

Literasi : Sepi Nan Sunyi (Part 1) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

LITERASI

KARYA : SABRINA MUTIARA SARI



SEPI NAN SUNYI
(PART 1)


Pagi yang sepi, malam yang sunyi.

Hari ini, aku Sabrina Mutiara Sari ingin mengungkapkan isi hatiku mengenai covid19.

Disaat libur, awalnya aku senang. Tapi, ketika ada himbauan adanya virus covid19, semuanya serasa berubah. Tugas yang terus menerus berdatangan, dan itu pun di luar pemahaman.

Dengan berprinsip stay at home, semuanya serasa begitu membosankan. Mengikuti aturan protokoler untuk berjaga jarak, memakai masker, dll.

Oh corona…
Mengapa kau begitu menyebalkan

Kau itu tamu yang datang tanpa diundang,
datang membawa keresahan
Juga kesedihan Hari-hari yang dipenuhi rasa kekhawatiran,
dimana semua doa sudah dipanjatkan.

Semua kegiatan pun sudah dirumahkan,
libur tanpa adanya kenikmatan
Berjalan menuntut ilmu menuju sekolah,
itu hal yang sangat aku rindukan.

Berawal dari cerita kedatanganmu,
datang tak diundang namun juga tak terlihat
Ribuan jiwa melayang karenamu,
semua keceriaan serasa lenyap karenamu.


Ku berdoa pada Tuhanku, agar kau dan seluruh keluargamu cepat menghilang dari bumi ini.

Tanpa aku sadari, kedatanganmu juga memberi peringatan kepada seluruh manusia agar menjaga bumi ini dengan baik.

Ku sadari juga, selama ini manusia telah bertindak sewenang-wenang juga ceroboh…

Membuang sampah sembarangan, pembakaran sampah, penebangan hutan, polusi udara yang berterbangan, dll.

Semua itu bisa merusak alam pada hakikatnya, dan merugikan diri sendiri. Karena rusaknya alam itu berarti rusaknya sumber kehidupan manusia juga.

Hakikat manusia yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi, mengelola alam dan melestarikannya. Tapi kenyataannya, adalah sebaliknya. Sifat manusia yang suka merusak di dorong oleh hawa nafsu itu melahirkan sifat rakus dan tamak.

Jika berhadapan dengan alam, sifat ini begitu membahayakan. Karena akan menjadi makhluk perusak yang akan mengeksploitasi alam tanpa memerhatikan kelestariannya. Kita semua tahu! Pandemi corona semakin hari, semakin menjadi-jadi. Bertambahnya korban… dll. Hal itu sering membuat orang panik dan cemas akannya.

Namun, rasa takut dan cemas berlebih dapat membuat keadaan semakin memburuk. Oleh karena itu, kita harus mematuhi pemerintah dalam hal menjalankan perintahnya, dengan duduk dan diam di rumah saja.

"Kesehatan itu mahal harganya, dan mencegah itu lebih baik daripada mengobati"
Puisi : Di Rumah Saja | Karya : Noer Afifah

Puisi : Di Rumah Saja | Karya : Noer Afifah

PUISI

KARYA : NOER AFIFAH



DI RUMAH SAJA


Sepi ini adalah sebuah bencana,,
Sendiri ini adalah karma yang nyata,,
Bersembunyi dibalik dinding rumah,,
Bersenandika sendiri pada maya didepan mata,,
Atau kala layar menjadi teman,,

Terbuai pada dunia yang ekslusif itu,,
Bingar kota hingga sepoian angin desapun tak terasa,,
Semua terasa sempit begitu membosankan,,
Semua berteriak di sosial media,,
Tunjukan kejenuhannya,,

Tawa yang dibayangkan dengan karib lama,,
Hanya jadi haluan pada titik suram,,
Letusan petasan si kanak,,
Kini hanya sunyi kacau balau di lampau,,

Tapi ini bukan tentang murka sang Maha,,
Bukan tentang pengokokohan sang samudra,,
Atau bahkan letusan berapi yang perlihatkan dahsyatnya,,

Namun ego manusia yang bawakan bencana,,
Manusia yang gegabah pada bencana sang Maha,,
Yang membuat bumi menjadi terluka

Literasi : Perubahan Pola Gaya Hidup Di Masa Karantina Pandemi COVID-19 | Karya : Noer Afifah

Literasi : Perubahan Pola Gaya Hidup Di Masa Karantina Pandemi COVID-19 | Karya : Noer Afifah

LITERASI

KARYA : NOER AFIFAH



PERUBAHAN POLA GAYA HIDUP DI MASA KARANTINA PANDEMI COVID-19


Wabah penyakit covid-19 ini terasa berat bagi banyak orang, sebab membuat beberapa aktifitas menjadi terbatas. Ada yang harus belajar di rumah, bekerja dari rumah, dan usaha yang harus di tutup sementara.

Virus corona ini menjungkirbalikkan kehidupan di seluruh dunia dan mematikan semua sendi ekonomi global. Berbagai negara telah berusaha keras untuk menghentikan penyebaran covid-19 ini yang sudah merenggut banyak jiwa.

Kehancuran ekonomi yang diakibatkan oleh lockdown di berbagai daerah di Indonesia menghadapi penurunan terburuk. Semua lapisan masyarakat di himbau untuk di rumah saja karena untuk memutus rantai penyebaran covid-19 ini.

Pemerintah sudah berusaha keras untuk mengembalikan kehidupan masyarakat yang normal seperti sedia kala. Jadi kita sebagai masyarakat harus bisa mematuhi protokol kesehatan yang di anjurkan oleh pemerintah, misalnya selalu membiasakan hidup sehat, selalu mencuci tangan setiap selesai melakukan sesuatu, memakai masker jika ada keperluan yang mendesak di luar rumah, saling menjaga jarak antar individu, dll.

Ketika wabah ini muncul semua kegiatan sekolah pun di liburkan dan para siswa di anjurkan untuk belajar di rumah. Belajar itu tidak hanya di sekolahan saja tetapi bisa dilakukan di rumah. Mungkin dengan belajar di rumah memang terlihat menyenangkan, tapi untuk sebagian siswa termasuk saya menganggap belajar di rumah bisa dinikmati karena kita bisa memahami materi langsung dari berbagai sumber. Dan juga ada beberapa materi bisa di pahami dengan langsung oleh bapak guru/ibu guru ketika proses pembelajaran Daring.

Selain itu,banyaknya tugas yang di berikan oleh bapak guru/ibu guru membuat kebanyakan siswa keberatan. Sebagian dari mereka masih belum paham materi yang diterangkan namun sudah diminta untuk mengerjakan soal latihan,sehingga saat ini banyak aplikasi bimbel online yang di sediakan untuk menunjang aktivitas belajar siswa. Sistem belajar online yang di terapkan menggunakan google juga aplikasi lainnya untuk menunjang proses pembelajaran, seperti google classroom hingga dengan menggunakan whatsapp. Materi serta tugas pun di kirim secara online melalui aplikasi tersebut. Contoh: tugas yang di unggah ke akun sosial media adalah tugas berupa vidio. Saya sendiri suntuk bila berdiam diri di tambah lagi tugas dan materi yang belum terselesaikan. Tapi di situasi inilah kita harus menikmatinya dan menjadi pengalaman baru dalam hidup kita. Setidaknya saya bersyukur di tengah kondisi luar yang kurang baik ini saya masih di berikan kesempatan yang baik ini untuk tetap belajar meskipun dalam keadaan jarak jauh.

“Guru yang hebat adalah mereka yang selalu ingin berusaha untuk memberikan ilmu,meskipun pada situasi dan kondisi yang sesulit apapun”

Untuk mengurangi rasa jenuh saat pandemi covid-19 ini kegiatan yang sering saya lakukan adalah mencari sumber sumber belajar misal melihat tayangan pembelajaran di televisi, dari situlah sedikit banyak bisa menambah pengetahuan ilmu, dan itu sangat bermanfaat bagi saya. Ketika saya sulit memahami suatu ilmu saya berusaha mencari sumber pembelajaran yang lain semisal dari google tetapi tetap memperhatikan kebenaran sumbernya.

Selain belajar kegiatan yang sering saya lakukan di rumah, saya sering membantu ibu memasak setiap pagi, dari situlah sedikit banyak saya mengerti tentang berbagai masakan, karena saya adalah seorang perempuan setidaknya kelak sangat bermanfaat bagi diri saya sendiri.

Meskipun di rumah saja tetapi saya bisa memanfaatkan sosial media sebagai alat komunikasi untuk menjalin silaturrahmi dengan teman sekolah, bapak/Ibu guru, maupun dengan keluarga dalam keadaan jarak jauh. Dalam aplikasi whatsapp ada video call, ketika rindu dengan teman bisa memanfaatkan video call pada aplikasi whatsapp, dan keluarga yang jauh terasa dekat karena bisa tatap muka lewat sosial media whatsapp.

Dan saat pandemi ini waktu banyak kita habiskan dengan keluarga tercinta di rumah. Saya bisa bercengkrama luas dengan ayah dan ibu, dan bisa bermain dengan keponakan tersayang.

Dari situasi wabah pandemi ini banyak hikmah atau manfaat yang kita peroleh kita bisa lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Karena setiap musibah pasti ada hikmahnya. Dan Kita lebih menjaga diri dengan menerapkan pola hidup sehat, dan dapat melakukan banyak hal yang bermanfaat meskipun di rumah.

Senin, 19 September 2022

Literasi : Hari-hariku Di Saat Pandemi Covid-19 | Karya : Miftakhul Hasanah

Literasi : Hari-hariku Di Saat Pandemi Covid-19 | Karya : Miftakhul Hasanah

LITERASI

KARYA : MIFTAKHUL HASANAH



HARI-HARIKU DI SAAT PANDEMI COVID-19


Suatu hari...

Ada berita tentang covid-19 dari kota WUHAN CHINA, hampir seluruh dunia panik karna adanya covid-19 tersebut, dan paling berbahanya lagi virus covid tersebut sangat berbahaya bagi manusia, virus tersebut menyerang kekebalan tubuh manusia, dan membuat manusia itu mati mendadak jika terkena virus tersebut.

Mulai munculnya virus covid 19 di Indonesia sejak bulan MARET 2020 dan membuat masyarakat Indonesia panik. Sejak munculnya virus tersebut semua sekolah ditutup dan para santri di pulangkan, sejak saat sekolah di tutup pemerintah, pemerintah menyarankan sekolah online yang di lakukakn di rumah masing-masing. Bukan hanya sekolah saja yg di tutup akan tetapi kantor-kantor dan mall di tutup, dan semua fasilitas umum seperti angkot bis-bis itupun dibatasi pemerintah.

3 setengah bulan berlalu, anak-anak dan para orang tua sudah sangat jenuh di dalam rumah krn virus corona semakin menyebar luar di kota-kota maupun di desa. Pemerintah menyuruh agar masyarakat lockdown (di rumah saja). Dan para bupati kota memerintahkan kepada semua ketua Rt dan Rw melakukan PSBB (Pembatasan Sosial Bersekala Besar) termasuk JAWA TIMUR.

Parahnya lagi provinsi JAWA TIMUR termasuk provinsi yg terparah yg terkena dampak covid-19. Akan tetapi di desa saya alhamdulillah tidak ada yg terjangkit covid-19, karena di desa saya sudah menjalankan protokol kesehatan, dengan mewajibkan setiap rumah lingkunganya bersih dan mempunyai tempat untuk mencuci tangan, serta menjaga jarak dan memakai masker setiap saat keluar rumah.

Pada saat dulu sekolah masih di buka, kepala sekolah dan guru-guru yang lainnya mengadakan rapat untuk merundingkan surat edaran dari pemerintah. Dan pada saat itu murid-murid dikumpulkan di ruang rapat untuk diberitahu akan bahayanya covid-19 tersebut dari keputusan pemerintah.

Sayapun sangat khawatir akan pendidikan sekolah karena covid-19 yang melanda saat ini. Dan saya sangat takut covid-19 ini akan berlanjut sampai akhir tahun, sehingga pendidikan sekolah online akan berlanjut.

Disaat hari pertama belajar di rumah (sekolah online) saya merasa tidak nyaman karena pelajaran yang di berikan kepada saya tidak di terangkan oleh gurunya, melainkan saya langsung diberi beberapa soal untuk dikerjakan tanpa jarang dijelaskan akan materi tersebut, saya sedikit kesulitan karena saya tidak begitu faham akan materi tersebut. Sayapun sangat bosan di rumah krn tidak bisa bercanda tawa dan belajar bersama teman-teman di sekolahan.

Beberapa hari telah berlalu tidak terasa bulan suci ramadhan telah tiba. Bertepatan pada hari ke-3 bulan ramdhan saya mendapatkan tugas dari sekolah untuk merangkum channel metro tv tentang syiar madrasah, sampai tanggal 21, dan seterusnya libur hari raya idul fitri.

Pada malam hari raya (takbiran) di dusunku perorang tetap membayar zakat fitrah ke masjid atau ke fakir miskin dengan ketentuan memakai masker dan mencuci tangan setiap saat serta menjaga jarak.

Dan keesokan harinya di desaku (di dusunku) melaksanakan sholat ID di masjid maupun di musholah, dengan ketentuan memakai masker serta menjaga jarak minimal 1 meter. Saya berangkat dengan teman-teman terdekat yang tidak jauh dari rumah saya. Setelah sholat ID saya kembali kerumah untuk bersiap-siap bersalam salaman kepada kelaurga kecilku, tetangga dan sanak saudara dengan mengunakan masker.

Tiga hari berlalu ayah dan ibuku memutuskan untuk mengunjungi rumah nenek dan rumah paman saya. Sesampainya di sana saya meminta maaf kepada orang-orang yg berada di sana tanpa berjabat tangan. Setelah itu saya melanjutkan makan bersama keluarga besar disana, setelah itu saya istirahat sejenak. Dan beberapa jam kemudian ayahku memutuskan untuk berpamitan pulang kerumah, karena di rumah tidak ada orang, makanya saya dan keluarga kecil saya tidak bisa berlama lama berada di sana.

Sesampainya di rumah saya istirahat sejenak, setelah itu saya mandi, sholat, makan, dan langsung pergi bersilaturahmi kerumah teman lama saya. Dan pada malam harinya saya pergi bersilaturahmi ke guru SD saya yg rumahnya tidak jauh dari tempat tinggal saya. Setelah selesai saya mapir sebentar untuk membeli makan malam, lalu saya pulang kerumah, sesampainya di rumah saya langsung mencuci tangan dan memakan makanan yang tadi saya beli. Selesainya makan saya mengambil wudhu dan sholat isya' kemudian tidur.

Satu pekan kemudian saya melaksanakan PTA dengan lembaran soal LJK yang di antarkan kerumah saya oleh petugas dan di ambil pada jam-jam yang telah di tentukan. Sampai tanggal 13 juni 2020. Ujian yg saya kerjakan tahun ini sangatlah berbeda dengan tahun lalu.

Bertepatan tangal 14 Juni 2020 guru-guru saya mengadakan remidian sampai tanggal 18 Juni 2020 dan alhamdulillanya saya tidak kena remidian sama sekali. Dan pada hari itu saya sangat senang sekali karena baru ini saya tidak terkena remidi.

#STAYATHOME
#STUDYFROMHOME
#KEEPHEALTHY
#COVID19

Cerpen : Cerita Singkat Masa Pandemi Covid-19 | Karya : Nur Fitriyah

Cerpen : Cerita Singkat Masa Pandemi Covid-19 | Karya : Nur Fitriyah

CERITA PENDEK

KARYA : NUR FITRIYAH



CERITA SINGKAT MASA PANDEMI COVID-19


Tepatnya pada tangal 13 April 2020, sekolah kita diliburkan 2 minggu itu masih perkiraan jika pandemi covid-19 dinyatakan udah tidak ada. Dan selama 2 minggu itu, pihak sekolah memberlakukan belajar mengajar secara online. Jujur saja saya merasa kurang suka meskipun pembelajaran online itu lebih praktis dari pada pembelajaran manual. Saya kurang suka sebab pemahaman yang saya dapat kuran, Tidak bisa bertemu kawan-kawan, tidak bisa bercanda gurau bersama mereka. tapi mau bagaimana lagi, kita harus menerimanya karena ini udah kesepakatan pemerintah dengan seluruh pihak sekolah.

Selain itu saya merasa senang sebab saya bisa membantu pekerjaan ibu di rumah meskipun tidak semuanyah heheheh..., dan saya bisa membuka peluang bisnis saya di masa pandemi ini lewat media online, lumayan saya bisa menghasilkan uang jajan saya sendiri dan membantu meringan kan beban orang tua karena di masa pandemi ini hampir semua orang berjualan di media online. dan terkadang rasa bosan pun menghampiri saya yang saya lakukan bangun tidur, sholat shubuh, terus bantu masak ibu, ikut bantuin ibu jaga adik sebentar, terus sekoalah online, makan, pegang hp sambil nyemil, terus tidur bangun lagi *gitu-gitu mulu. Ya Allah cepat sirnahkan lah virus Covid-19 dari muka bumi ini dan sedihnya lagi, ketika saya mendapat kabar bahwa sekolah akan di tutup sampai bulan Mei, ya Allah saya sangat sedih saya menanti hari di mana saya akan bisa bercanda gurau dg teman-teman. Saya ingin berkumpul sama ibu bapak guru itu hanyah mimpi. Tapi saya percaya di balik Allah menciptapakan virus ini ada berkah yang tersembunyi yaitu kita dapat mensyukuri atas apa yang kita miliki, tidak melakukan pemborosan, dapat bershodaqoh sebagian harta kita yg di beri Allah, dan kita akan sadar bahwa sesulit apa pun hidup kita ternyata ada yang lebih sulit di bawah kita.

BERKAH COVID-19


Covid-19 membuat kita sadar
Satu kali kita makan di restoran
Cukup untuk sepekan hidup di desa
Dan membuat kita mengerti

Nelayan, petani dan peternak
Harus tetap bekerja di luar
Agar yang tinggal di dalam rumah
Tetap makan sate dan gulai ikan
Minum susu, dan menikmati nasi
Mengunyah roti gandum yang gurih
Tidak takut lapar dan sedih

Tuhan memberi kita nafas
Melalui virus corona
Sehingga kamu dan aku
Bersaudara dengan manusia
Di seluruh dunia

Insyaf, meriam dan bom
Taktik perang dan tipu daya
Bukan kebanggaan, bukan prestasi segala bangsa

Lama kelamaan aku mulai terbiasa dg aktifitas yang saya lakukan di masa” isolasi mandiri di rumah dan allhamdulillah nyah lagi di masa pandemi ini bisnis online dan offline ku di permudah oleh Allah.

Bekerja keraslah DI USIA MUDA. Karena tidak ada kenyamanan DI HARI TUA untuk orang yang malas DI USIA MUDA

Dan kebanyakan anak muda milenial sekarang tuh Cuma main HP, ngabisin uang orang tua, main-main nggak jelas *hadeehhhh. Menurut saya sendiri kehidupan kayak begitu tuh nggak guna banget hidup di dunia dan nggak bersyukur terhadap apa yang Allah berikan kepada dirinyah. kita di ciptakan Allah Alhamdulllilah dg keadaan yg sesempurna mungkin. Allah menganugrahkan kita sepasang telingga untuk mendengar, sepasang mata untuk melihat, sepasang tangan untuk melakukan sesuatu, dan sepasang kaki utk melangkah kemana tempat yang kita mauh dan mulut utk berbicara. Saya mencoba membuat ilustrasi mengenai uang saku yang di beri orang tua kita dari SD hinggah sekarang SMA XII saya mencoba menghitung rata” uang saku yang diberikan orangtua dari SD hingga SMA XII adalah Rp.20,000 dan kita dari SD KE SMA XII kita menghabiskan selama 12 tahun

1 tahun = 365 hari

Rp 20.000 x 365 hari = Rp 7.300.000

Rp 7.300.000 x 12 thn =Rp 87.600.000

Jadi uang yang dikeluarkan orangtua kalian selama 12 thn ini adalah Rp 87.600.000.

Ini masih saya hitung dengan ilustrasi uang saku yang di berikan orang tua belum biaya fasilitas sehari-hari, kalian tidak tahu uang darimana mereka. mereka rela makan nasi sama garam demi mencukupi segala fasilitas kalian,pendidikan kalian panas hujan badai mereka terjang demi siapa lagi yah demi kalian dan keluarga kecilnyah apakah dengan cara kalaian main geme bisa membalas semua yang di berikan orang tua kalian dari kalian lahir sampai sekarang ngk akan pernah bisa kalian membalas nyah mereka pun ngak mengharapkan balasan apa-apa dari kalian.

Jadi, ayolah teman-teman mulai sekarang gunakan waktu-waktu yang biasa kalian pergunakan untuk bermain geme kluyuran nggak jlas yang tentu menghabiskan uang. Saya di sini ngk menyuruh kalian utuk berbisnis/pun bekerja di usia kalian sekarang sejatinyah semua orang tua ngak akan ngebolehin kalian kerja mereka menyuruh kalian focus sama pendidikan kalian. Tapi saya berpesan pada kalian gunakan waktu mu sebaik mungkin dan wujudkan impian kedua orangtuamu dan bahagiakan lah mereka jangan membuatnyah sedih terus sama prilakumu kalo bisa bantu sedikit-sedikit pekerjaannya.

#QUOTESOFTHEDAYS


"Kuncinya bukan menghabiskan waktu, tapi meng investasikanya"

"Hidup adalah 10% hal yang terjadi pada kita dan 90% bagaimana kita meresponnya"

"Selalu ada resikonyah dalam setiap pekerjaan namun selalu ada imbalan dari setiap resiko"

"Apapun yang terjadi jangan biarkan omongan seseorang menjatuhkan mimpimu"

"Di saat kamu sendiri bilang tidak bisa di situlah kalian akan binasa"

"Jangan berhenti ketika kamu lelah berhentilah ketika kamu sampai pada tujuan"

"Tataplah masalalu dengan penuh kepuasan sonsonlah masa depan dengan penuh keyakinan"

"Ketika kamu merasa ingin berhenti pikirkan tentang mengapa kamu memulainya"

"Jadikan lah dirimu menjadi seperti lautan luas jika terjadi apapun kamu harus terima dengan ikhlas"

"Ketika kita terjatuh maka saat itulah kita harus loncat lebih tinggi lagi"

"Orang yang berhenti belajar akan menjadi pemilik masa lalu orang yang masih terus belajar akan menjadi pemilik masa depan"

Puisi : Perpisahan | Karya : Widdatul Layyinah

Puisi : Perpisahan | Karya : Widdatul Layyinah

PUISI

KARYA : WIDDATUL LAYYINAH



PERPISAHAN


Hari demi hari begitu cepat berganti bersama mentari
Tiga tahun sudah kita menyelami telaga ilmu disini
Mengukir cerita untuk masa depan yang gemilang

Tempat menempa diri dengan ujung tinta
Pena yang akan menjadi saksi
Teruskan perjuangan kita untuk agama, bangsa dan demi Negara Indonesia tercinta
Jangan berhenti melihat dalamnya jurang perjuangan
Terus berusaha hingga mampu menyebrangi kata lelah

Perpisahan sudah didepan mata
Tidak ada alasan saling melupakan
Jangan jadikan alasan untuk saling bersikap acuh
Tapi jadikan perpisahan ini moment besar untuk saling merayakan keberhasilan

Selamat berpisah kawan..
Aku tunggu kehadiranmu di pucuk kesuksesan

Puisi : Belajar Dari Pandemic | Karya : Widdatul Layyinah

Puisi : Belajar Dari Pandemic | Karya : Widdatul Layyinah

PUISI

KARYA : WIDDATUL LAYYINAH



BELAJAR DARI PANDEMIC


Selalu ada yang mengejutkan dari kehidupan
Hal-hal yang tak terduga menuntut sebuah jawaban

Biasanya kita akan tergagap terlebih dahulu
Bingung tak tentu selama beberapa waktu

Sampai akhirnya kita bangkit dalam pancaran
Mencoba memahami setiap makna kejadian

Lalu, mencoba bergegas lagi berbekal pelajaran
Sebab normalitas baru menuntut banyak penyesuaian

Kehidupan mungkin tak akan pernah sama lagi
Jika ingin bertahan kita mutlak beradaptasi

Bencana akhirnya tidak melulu terasa sia-sia
Jika bisa menarik hikmah yang paling berharga

Kita adalah umat yang tak boleh berhenti belajar
Dengan itulah kemanusiaan akan terus berpijar

Senin, 05 September 2022

Literasi : Lulusan 2020 | Karya : Widdatul Layyinah

Literasi : Lulusan 2020 | Karya : Widdatul Layyinah

LITERASI

KARYA : WIDDATUL LAYYINAH



LULUSAN 2020


Untuk yang lulusan 2020, Saya tahu banyak sekali yang kecewa termasuk Saya, karena pandemi ini telah mengubah begitu banyak rencana, termasuk kelulusan, perayaan wisuda hampir saja dibatalkan, saya bersyukur bersekolah di MA Al-Asyhar yang masih diadakan wisuda meski tidak seramai tahun-tahun sebelumnya.

Lulusan 2020 sering kali diremehkan dibilang angkatan corona, angkatan virus, sedih mendengarnya, ada juga yang bilang mendapat “GIVE AWAY” pemerintah. Ingat teman-teman, itu semua salah, saya percaya angkatan 2020 adalah angkatan yang adaptif terhadap perubahan, tahan banting karena banyak tantangan, dan juga terbukti tabah terhadap rindu.


Jadi, jangan berkecil hati teman-temanku, pasti ada hikmah dibalik semua ini, kita harus percaya, kita adalah lulusan emas Indonesia, dan jangan lupa selalu berdoa agar pandemic ini segera berlalu.

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Selamat Datang di Website Resmi MA Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik. Madrasah Hebat Bermartabat
Done