MA Al Asyhar Sungonlegowo: Karya Siswa
News Update
Loading...
Tampilkan postingan dengan label Karya Siswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Karya Siswa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Januari 2026

Puisi Religius | Fajar dan Senja

Puisi Religius | Fajar dan Senja

PUISI RELIGIUS

KARYA : Nur Idina Humairah



FAJAR & SENJA


Di setiap langkah, di setiap deru napas, dan di setiap kedipan mata,
tak ada yang kuasa menciptakan sesempurna itu,
selain Dia, Dia yang menciptakan langit dan bumi,
Dia yang menciptakan pergantian pagi dan malam.

Aku hanyalah seorang manusia yang tak tahu apa-apa,
dan aku tak akan bisa mengenal dunia seindah ini
jika aku tak memiliki nikmat yang sangat sempurna.

Bahkan…
rasanya dunia ini tidak ada apa-apanya
jikalau di hati dan raga kita tak iman kepadanya,
dan tanpa ilmu yang Ia tebarkan ke dunia,
walaupun hanya sebutir pasir, namun ilmu itu
tak akan habis jika hanya hidup satu kali.

Tuhan sangatlah baik.
Dia yang menciptakan fajar dengan sangat indah,
dan pancaran yang amat merdu.
Dan Tuhan menciptakan senja yang tak pernah bosan
dipandang oleh pancaindra.

Rabu, 14 Januari 2026

Puisi Motivasi: Disiplin

Puisi Motivasi: Disiplin

PUISI MOTIVASI

KARYA : Innani Ainur Rizqiyah



DISIPLIN


Untuk apa peraturan?
Tentu untuk ditaati,
bukan untuk dilanggar,
sekali dan sewajarnya.

Disiplin adalah jodoh kesuksesan,
tanpanya kesuksesan hanya akan menjadi mimpi.

Disiplin…
pahit untuk si malas,
manis untuk si rajin,
mimpi buruk bagi si pesimis,
mimpi indah bagi si optimis.

ESAI | Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia

ESAI | Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia

ESAI

KARYA : Almiera Naznin Nafeeza



Bencana: Murka Alam karena Keserakahan Manusia


Alam adalah anugerah Allah yang indah kepada manusia. Namun, alam juga bisa menjadi bentuk murka Allah kepada manusia. Semua itu terjadi karena ulah manusia itu sendiri. Ketika alam kita jaga dengan baik, kita akan merasakan anugerah dari Allah. Sebaliknya, ketika kita tidak menjaganya, kita akan merasakan murka-Nya.

Hal ini sama dengan bencana. Bencana merupakan salah satu bentuk murka Allah ketika manusia tidak menjaga anugerah yang telah Allah berikan. Seperti yang terjadi di Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu. Alam yang dahulu rimbun, aman, dan damai, dengan hutan serta pepohonan yang lebat, semuanya ditebang.

Memang hutan tersebut diganti dengan pohon, namun yang ditanam adalah pohon sawit. Pohon sawit merupakan salah satu jenis pohon yang tidak memiliki akar kuat untuk mengunci tanah. Semua itu dilakukan demi keserakahan manusia.

Lalu, apa yang terjadi? Longsor besar pun terjadi. Kehidupan yang seharusnya tenang berubah menjadi tegang. Inilah bahaya murka Allah. Ulah manusia yang akibatnya kembali kepada manusia itu sendiri.

“Ketika alam kita jaga dengan baik, kita akan merasakan anugerah itu dari Allah. Namun ketika kita tidak menjaganya, kita akan merasakan murka-Nya.”

Selasa, 11 Februari 2025

Karya Tulis Ilmiah: Teknik Ecoprint Dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa Sp.) Pada Kain Katun | Karya: Najwa Aulia Rahmadani

Karya Tulis Ilmiah: Teknik Ecoprint Dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa Sp.) Pada Kain Katun | Karya: Najwa Aulia Rahmadani

KARYA TULIS ILMIAH

KARYA : Najwa Aulia Rahmadani



Teknik Ecoprint Dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa Sp.) Pada Kain Katun


Najwa Aulia Rahmadani. 2024. Teknik Ecoprint dengan Memanfaatkan Limbah Mawar (Rosa sp.) pada Kain Katun. Karya Tulis Ilmiah. Pembimbing Amnia’ul Aida Jawadiyah, S.Pd.Madrasah Aliyah Al Asyhar

Produksi bunga mawar yang meningkat dapat menyebabkan meningkatnya limbah bunga mawar yang dihasilkan. Untuk menambah nilai sustainability bunga mawar, salah satunya melalui ecoprint. Ecoprint merupakan metode menciptakan motif pada kain dengan tujuan konservasi

Dalam sistem pewarnaan dan pembuatan motif alami pada kain dibutuhkan mordan sebagai zat pengikat. Penelitian ini bertujuan menguji kombinasi premordan dan postmordan pada teknik ecoprint dengan kelopak bunga mawar pada kain katun (mori primissima). Metode penelitian adalah eksperimen. Metode pengumpulan data dengan melalui uji arah warna, kualitas motif, dan ketahanan luntur. Instrumen penelitian ialah angket. Analisis data penelitian ini menggunakan analisis deskriptif.

Dari pengujian arah warna dan motif didapatkan kain menggunakan postmordan tawas menghasilkan motif dengan rentang warnaungu hingga uangu gelap, postmordan dengan tunjung menghasilkan motif dengan rentang warna biru gelap hingga ungu gelap. Uji ketahanan luntur terhadap pencucian menunjukkan kain dengan premordan tunjung dan postmordan tawas memiliki hasil terbaik (93.33%) dan kain dengan premordan tawas dan postmordan kapur tohor (0,84%).

Simpulan hasil penelitian ialah kelopak bunga mawar dapat digunakan sebagai penghasil motif melalui ecoprint pada kain katun dengan mordan tunjung karena menghasilkan ketajaman motif dan ketahanan luntur yang paling baik.

untuk selengkapnya bisa dilihat disini.

Minggu, 22 Desember 2024

Proyek Film Pendek P5RA Tema Bhinneka Tunggal Ika

Proyek Film Pendek P5RA Tema Bhinneka Tunggal Ika

PROYEK FILM PENDEK P5RA TEMA BHINNEKA TUNGGAL IKA
Karya Siswa Kelas XI MA Al Asyhar TA. 2024/2025
Ilustrasi Proyek P5RA Bhinneka Tunggal Ika

Dalam semangat memperkuat nilai-nilai kebhinnekaan, siswa kelas XI MA Al Asyhar berhasil mengemas pesan keberagaman dalam karya film pendek yang kreatif dan inspiratif. Proyek ini merupakan bagian dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil Alamin (P5RA) dengan tema “Bhinneka Tunggal Ika”. Film-film ini dikerjakan secara berkelompok dengan melibatkan seluruh siswa dalam proses yang kolaboratif, mulai dari penulisan skenario, penyutradaraan, hingga proses pengeditan.

Melalui karya film pendek berjudul "Perbedaan adalah Rahmat", para siswa menyampaikan pesan bahwa keberagaman bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan sebuah kekuatan yang harus dirawat dengan nilai toleransi, saling menghormati, dan kerja sama. Karya ini tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga pembelajaran mendalam tentang pentingnya memahami dan menghargai perbedaan dalam kehidupan bermasyarakat.

Berikut adalah tiga karya terbaik dari film pendek yang diproduksi oleh siswa MA Al Asyhar. Setiap film mengangkat sudut pandang unik tentang keberagaman dan toleransi, mencerminkan semangat pelajar yang aktif, kritis, dan peduli terhadap nilai-nilai luhur kebangsaan:

  1. Roda Berputar
  2. Film pendek ini mengangkat isu perbedaan tingkat ekonomi dengan cerita yang penuh makna. Roda Berputar mengisahkan sebuah keluarga sederhana yang kerap dipandang rendah oleh tetangga karena kondisi ekonomi mereka yang serba terbatas. Namun, berkat kerja keras, keteguhan, dan doa yang tulus, roda kehidupan berputar. Takdir membawa keluarga ini menuju keberhasilan, hingga akhirnya mereka hidup lebih berkecukupan dibanding mereka yang dulu meremehkannya. Cerita ini menyampaikan pesan mendalam bahwa perbedaan ekonomi tidak menentukan nilai seseorang, dan bahwa sikap menghargai orang lain adalah hal yang jauh lebih penting daripada melihat hanya dari sisi materi.


  3. Berbeda Bukan Berarti Tak Sama Kan?!
  4. Melalui tema perbedaan agama dan keberadaan kelompok minoritas, film ini membawa pesan kuat tentang inklusivitas dan penghormatan terhadap sesama. Tokoh utamanya adalah seorang siswa minoritas yang berusaha diterima dalam lingkungan madrasah yang mayoritas berbeda keyakinan. Film ini menggambarkan perjuangan meruntuhkan stereotip, membangun dialog, dan menciptakan hubungan harmonis di tengah perbedaan. Dengan gaya penceritaan yang ringan namun bermakna, karya ini menginspirasi penontonnya untuk selalu melihat kesamaan di balik perbedaan.


  5. Berbeda Tapi Tetap Satu
  6. Karya ini menyoroti pentingnya toleransi beragama dalam kehidupan sehari-hari. Kisahnya berkisar pada sekelompok siswa yang berasal dari latar belakang agama berbeda, tetapi mampu bekerja sama dalam menghadapi tantangan di madrasah. Film ini memperlihatkan bagaimana konflik kecil yang muncul akibat kesalahpahaman dapat diselesaikan dengan dialog dan saling pengertian. Pesan moralnya jelas: keberagaman adalah kekayaan yang harus dijaga demi terciptanya harmoni di masyarakat.


Melalui ketiga karya ini, siswa MA Al Asyhar telah membuktikan bahwa mereka tidak hanya mampu berkarya, tetapi juga berkontribusi dalam membangun kesadaran akan pentingnya menghargai perbedaan. Semoga film-film ini menginspirasi generasi muda untuk terus merawat kebhinnekaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kamis, 01 Desember 2022

Flip Book & Video : Gelombang Elektromagnetik | Karya : Nur Sholahiyyah Rahmawati (dkk)

Flip Book & Video : Gelombang Elektromagnetik | Karya : Nur Sholahiyyah Rahmawati (dkk)

GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
(FLIP BOOK & VIDEO)

Guru Pengampu : Moh. Rodli Masykur, M.Si


Foto: Cuplikan flip book gelombang elktromagnetik

Flip book dan Video ini dibuat untuk memenuhi tugas Fisika tentang Gelombang Elektromagnetik.

Nama Kelompok:

  1. Ahmad Alfan Fannani
  2. Muhammad Fahmi Al Awwali
  3. Muhammad Rifki Ardiansyah
  4. Mustainul Abidin
  5. Agustina Marosta A
  6. Hidayatul Maulidiyah
  7. Nafahah Assyadziyyah
  8. Nur Sholahiyyah R.
  9. Nurul Khamidah
  10. Roihatul Lailiyah

Editor: Nur Sholahiyyah Rahmawati dan Nafahah Assyadziyyah




Selasa, 20 September 2022

Literasi : Hidup Yang Hampa (Part 2) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

Literasi : Hidup Yang Hampa (Part 2) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

LITERASI

KARYA : SABRINA MUTIARA SARI



HIDUP YANG HAMPA
(PART 2)


Hari ini adalah hari menuju bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Hari dimana semua umat muslim di seluruh dunia menunggu kedatangan bulan yang penuh keberkahan juga kebahagiaan. Bulan dimana lantunan bilal sholat tarawih akan segera berkumandang, anak kecil berlarian bersenang-senang, suara kentongan dan bedug sahur berbunyi menggelegar, petasan gemepyar, dan azan maghrib adalah suatu hal yang sangat semua orang rindukan.

Akankah semua itu hengkang sirna karenamu
wahai corona?

Apakah kamu dan seluruh keluargamu begitu tega
melenyapkan kebahagiaan itu semua?

Apa kamu tega melihat kami anak kecil tidak merasakan
kenikmatan di bulan yang penuh berkah ini?

Apakah belum cukup ratusan jiwa melayang
yang sudah kau gerogoti selama ini?


Ku mohon, biarkan kami menghabiskan waktu di bulan Ramadan ini dengan sebaik-baiknya. Biarkan kami merasakan kenikmatan di bulan ini, untuk menambah amal kebaikan kami dan untuk pesangon kami di akhirat kelak. Ku berdoa pada Allah Yang Maha Kuasa, agar kamu dan juga seluruh keluargamu hilang dari lingkungan kami.

Ceritaku selama kau menggelibeti lingkungan kami begitu tidak menyenangkan dan sangat membosankan. Kegiatan hari-hariku termasuk sekolah dan bersosialisasi dengan orang terdekat kau renggut itu semua dariku. Kegiatan sekolah yang sangat aku sukai untuk mencari ilmu, bertemu langsung dengan para guru, berinteraksi dengan mereka dan mengasah pikiran untuk mulai bertanya kepada mereka, bercanda tawa dengan teman-teman, pergi ke kantin untuk beli jajan saat istirahat, dll. Itu semua tengah sirna karenamu. Semuanya telah tergantikan dengan daring di rumah masing-masing. Tugas yang begitu banyak itu pun hampir setiap hari, dan membuat pusing kepalaku. Tapi, itu semua kujalani dengan baik atas Ridho Allah SWT. Tapi tetap saja semuanya serasa begitu membosankan. Kegiatanku yang dominan selama lockdown ini adalah tidur.

Aku mencoba mencari kegiatan baru untuk mengisi waktu luangku dan merefresh pikiranku, diantaranya menonton film, membaca novel di wattpad, membaca biografi sang idola yang bisa memotivasiku, mendengarkan tilawah Al-Quran, mengungkapkan isi hatiku ke dalam note book ku, membuat sajak, menonton video memasak, menggambar, dll.

Hal itu semua sedikit mengurangi kebosananku selama di rumah saja. Dan ada satu hal yang paling aku sukai adalah mendengarkan nasihat dari ayah dan ibuku.

"Nasihat orang tua itu adalah suatu hal yang sangat amat berharga, karena didalamnya kita bisa mendapatkan Ridho mereka berdua kalau kita menjalankannya. Dan Ridho Allah terletak pada Ridho orang tua"
Literasi : Sepi Nan Sunyi (Part 1) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

Literasi : Sepi Nan Sunyi (Part 1) | Karya : Sabrina Mutiara Sari

LITERASI

KARYA : SABRINA MUTIARA SARI



SEPI NAN SUNYI
(PART 1)


Pagi yang sepi, malam yang sunyi.

Hari ini, aku Sabrina Mutiara Sari ingin mengungkapkan isi hatiku mengenai covid19.

Disaat libur, awalnya aku senang. Tapi, ketika ada himbauan adanya virus covid19, semuanya serasa berubah. Tugas yang terus menerus berdatangan, dan itu pun di luar pemahaman.

Dengan berprinsip stay at home, semuanya serasa begitu membosankan. Mengikuti aturan protokoler untuk berjaga jarak, memakai masker, dll.

Oh corona…
Mengapa kau begitu menyebalkan

Kau itu tamu yang datang tanpa diundang,
datang membawa keresahan
Juga kesedihan Hari-hari yang dipenuhi rasa kekhawatiran,
dimana semua doa sudah dipanjatkan.

Semua kegiatan pun sudah dirumahkan,
libur tanpa adanya kenikmatan
Berjalan menuntut ilmu menuju sekolah,
itu hal yang sangat aku rindukan.

Berawal dari cerita kedatanganmu,
datang tak diundang namun juga tak terlihat
Ribuan jiwa melayang karenamu,
semua keceriaan serasa lenyap karenamu.


Ku berdoa pada Tuhanku, agar kau dan seluruh keluargamu cepat menghilang dari bumi ini.

Tanpa aku sadari, kedatanganmu juga memberi peringatan kepada seluruh manusia agar menjaga bumi ini dengan baik.

Ku sadari juga, selama ini manusia telah bertindak sewenang-wenang juga ceroboh…

Membuang sampah sembarangan, pembakaran sampah, penebangan hutan, polusi udara yang berterbangan, dll.

Semua itu bisa merusak alam pada hakikatnya, dan merugikan diri sendiri. Karena rusaknya alam itu berarti rusaknya sumber kehidupan manusia juga.

Hakikat manusia yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi, mengelola alam dan melestarikannya. Tapi kenyataannya, adalah sebaliknya. Sifat manusia yang suka merusak di dorong oleh hawa nafsu itu melahirkan sifat rakus dan tamak.

Jika berhadapan dengan alam, sifat ini begitu membahayakan. Karena akan menjadi makhluk perusak yang akan mengeksploitasi alam tanpa memerhatikan kelestariannya. Kita semua tahu! Pandemi corona semakin hari, semakin menjadi-jadi. Bertambahnya korban… dll. Hal itu sering membuat orang panik dan cemas akannya.

Namun, rasa takut dan cemas berlebih dapat membuat keadaan semakin memburuk. Oleh karena itu, kita harus mematuhi pemerintah dalam hal menjalankan perintahnya, dengan duduk dan diam di rumah saja.

"Kesehatan itu mahal harganya, dan mencegah itu lebih baik daripada mengobati"

Featured

[Featured][recentbylabel2]

Featured

[Featured][recentbylabel2]
Notification
Selamat Datang di Website Resmi MA Al Asyhar Sungonlegowo Bungah Gresik. Madrasah Hebat Bermartabat
Done